in

Rahayu Saraswati Mundur dari DPR, Dinilai Teladan Politik Berintegritas

Koordinator Zilenial Semarang Raya, Muhammad Danu Abdhilah Ramadhan (kanan) dalam sebuah acara kebudayaan di Semarang belum lama ini.

HALO SEMARANG – Keputusan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029 menuai beragam respons dari berbagai kalangan. Langkah politikus Partai Gerindra itu dinilai sebagai bentuk keberanian sekaligus teladan baru dalam praktik politik di Indonesia.

Koordinator Zilenial Semarang Raya, Muhammad Danu Abdhilah Ramadhan menilai, keputusan Sara—sapaan akrabnya—memancarkan integritas dan jiwa aktivis yang kuat. Menurutnya, pengunduran diri itu bukan sekadar mundur dari jabatan, melainkan wujud kepedulian pada kepercayaan publik.

“Sebagai aktivis yang peduli pada isu sosial, ia berani mengambil langkah sulit demi menghormati perasaan masyarakat. Tindakan ini menunjukkan keberanian untuk bertanggung jawab atas kontroversi yang terjadi, sekaligus teladan bahwa seorang pemimpin sejati tidak hanya memikirkan jabatan, tetapi juga martabat orang banyak,” tegas Danu, Jumat (12/9/2025).

Senada dengan itu, tokoh masyarakat Kota Lama Semarang sekaligus Ketua Relawan GN08, Agus Suryo Winarto, menyebut pengunduran diri Sara memiliki dua sisi penting.

“Pertama, ini adalah bentuk tanggung jawab seorang kader partai yang diamanahi masyarakat. Kalau merasa melakukan kesalahan, sudah sepatutnya mengakuinya secara ksatria,” ujarnya.

Agus menilai langkah tersebut juga dapat menjadi momentum konsolidasi internal Partai Gerindra. “Apa yang dilakukan Mbak Sara bisa jadi standar baru. Politisi kalau memang salah, harus berani bertanggung jawab,” katanya.

Meski begitu, Agus mengaku menyayangkan keputusan tersebut. Pasalnya, Rahayu Saraswati dikenal sebagai sosok politisi muda yang peduli dunia kreatif, isu lingkungan, perlindungan anak, serta kritis terhadap berbagai kebijakan publik.

“Gerindra jelas kehilangan seorang petarung di bidang hak-hak anak, perempuan, dan isu lingkungan. Tapi saya tetap mengapresiasi sikap ksatria beliau. Jarang ada politisi yang berani mundur meski terbukti bersalah. Semoga ini menjadi contoh,” tambahnya.

Agus juga berharap Partai Gerindra menjadikan langkah tersebut sebagai inspirasi membangun tradisi politik yang lebih sehat. “Untuk menjadi partai besar, butuh keberanian dan sikap ksatria dari para pemimpinnya,” tandasnya.(HS)

Dukung Kemajuan UMKM dan Ekonomi Kreatif, Wali Kota Semarang Siap Jadi Brand Ambassador Produk Lokal

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Puji Dukungan Masyarakat Wujudkan Semarang Wegah Nyampah