HALO SEMARANG – Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho mendorong adanya peningkatan kompetensi pengemudi taksi, melalui pelatihan di fasilitas Indonesia Safety Driving Center (ISDC).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat keselamatan lalu lintas berbasis kolaborasi dengan pelaku usaha transportasi.
Hal itu disampaikan Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, dalam audiensi bersama manajemen Taksi Green SM, guna membahas peningkatan keselamatan dan tata kelola transportasi, menyusul sejumlah peristiwa kecelakaan yang menjadi sorotan publik.
Salah satu peristiwa kecelakaan yang mendapat perhatian publik, adalah tertabraknya Taksi Green SM oleh KRL Commuter Line lintas Cikarang Senin (27/4/2026) malam.
Insiden diduga terkait taksi listrik yang mogok di perlintasan sebidang di kawasan Bulak Kapal, sehingga tertabrak KRL yang melintas dari arah Cikarang menuju Jakarta.
Benturan tersebut membuat rangkaian KRL terhenti di jalur. Hal itu membuat PT KAI menghentikan semua perjalanan KRL.
Namun tak lama kemudian, Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang menabrak KRL yang berhenti tersebut, menyebabkan kerusakan parah terutama pada gerbong wanita.
Lebih lanjut Agus Suryonugroho, mengatakan terkait penanganan kecelakaan lalu lintas, pihaknya tidak selalu menggunakan pendekatan penagakan hukum, melainkan melalui pembinaan dan perbaikan sistem keselamatan secara menyeluruh.
“Bukan dalam rangka intervensi, tetapi kolaborasi yang terbaik seperti apa,” ujar Irjen Pol Agus dalam pertemuan tersebut.
Menurutnya, setiap peristiwa kecelakaan perlu dilihat secara komprehensif, tidak hanya dari sisi pengemudi, tetapi juga faktor kendaraan, manajemen perusahaan, hingga kondisi jalan. Ia menekankan pentingnya evaluasi bersama untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Irjen Pol Agus juga menyinggung perlunya pencatatan rekam jejak pengemudi atau traffic attitude record yang terintegrasi dengan perusahaan transportasi. Dengan sistem tersebut, perusahaan dapat memantau perilaku pengemudi, termasuk riwayat pelanggaran maupun tingkat kepatuhan di jalan.
“Kita punya ISDC, Indonesia Safety Driving Center, nanti pengemudi bisa dilatih kembali agar lebih baik,” ujar Kakorlantas.
Ia menambahkan, pelatihan ulang bagi pengemudi menjadi penting untuk memastikan kompetensi dan perilaku berkendara tetap sesuai standar keselamatan. Program ini juga diharapkan menjadi model kerja sama antara Korlantas dan perusahaan transportasi.
Dalam kesempatan itu, Kakorlantas juga menegaskan bahwa kepatuhan berlalu lintas harus menjadi budaya bersama. Ia menyebut penegakan hukum tetap berjalan, namun fokus utama diarahkan pada pencegahan dan edukasi.
“Yang kami banggakan bukan penegakan hukum, tetapi ketika pengguna jalan sadar akan keselamatan dan disiplin berlalu lintas,” ujarnya.
Melalui kerja sama ini, Korlantas Polri berharap tercipta sistem transportasi yang lebih aman, tertib, dan berkelanjutan, sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia.
Direktur Taksi Green SM Denny Gunawan, menyampaikan pihaknya menyambut baik rencana kolaborasi tersebut.
Ia juga menyampaikan simpati atas insiden yang terjadi dan memastikan perusahaan telah mengambil langkah awal, termasuk menghubungi korban.
“Di saat yang sama kami turut simpati atas kejadian yang berlangsung. Kami juga sudah melakukan beberapa langkah, salah satunya menghubungi korban, terlepas dari proses investigasi yang berjalan,” kata Denny.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan, terutama dalam pembinaan pengemudi. Pihaknya tengah menyiapkan program pelatihan ulang untuk membangun budaya keselamatan sebagai prioritas utama.
“Kami melihat masih ada area yang bisa ditingkatkan, seperti pelatihan kembali. Bagaimana membangun budaya agar driver menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama,” ujarnya.
Menurutnya, pelaksanaan pelatihan selama ini masih menghadapi sejumlah kendala. Karena itu, kolaborasi dengan Korlantas diharapkan dapat menghadirkan edukasi yang lebih efektif dan terstandar bagi para pengemudi.
“Dengan kolaborasi ini kami berharap edukasi dari pihak yang berkompeten bisa menjadi tolok ukur bagi driver untuk tidak mengulangi pelanggaran,” tambahnya.
Ke depan, Taksi Green SM memastikan akan melibatkan jajaran lalu lintas dalam program pelatihan pengemudi, termasuk saat pengembangan jumlah armada.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi model sinergi antara Korlantas Polri dan perusahaan transportasi dalam meningkatkan keselamatan, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan angkutan umum. (HS-08)


