HALO BISNIS – Pemerintah Kabupaten Sragen kembali memperlihatkan komitmennya dalam mewujudkan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat, khususnya bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai swasta, dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Salah satunya dengan cara menggandeng Bank Jateng dan para pengembang perumahan dalam sebuah sinergi yang akan memperluas akses pembiayaan perumahan.
Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Kartini Kabupaten Sragen dan dihadiri oleh 500 peserta dari berbagai elemen masyarakat, instansi pemerintah, serta dunia usaha. Acara yang digelar pada Selasa (29/7/2025) lalu tersebut, bertujuan untuk meningkatkan literasi masyarakat terkait kebijakan perumahan dan memberikan solusi terhadap kebutuhan rumah terjangkau.
Dalam sambutannya, Pemimpin Bank Jateng Cabang Koordinator Surakarta, Pramudjianto, menyampaikan, sinergitas tidak hanya bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada ASN, pegawai swasta, dan masyarakat berpenghasilan rendah mengenai kebijakan perumahan, tetapi juga memperluas akses pembiayaan perumahan yang lebih mudah dan terjangkau. Bank Jateng, sebagai mitra strategis dalam penyediaan pembiayaan perumahan, turut aktif mendukung masyarakat untuk memperoleh hunian yang layak.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta dapat memahami lebih dalam mengenai berbagai kemudahan dalam pembiayaan perumahan yang kami tawarkan, serta dapat menyebarkan informasi ini kepada rekan-rekannya. Dengan begitu, manfaatnya akan lebih luas,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam upaya pemenuhan kebutuhan hunian di Sragen.
Dirinya juga mengungkapkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan pengembang perumahan untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat.
“Ini adalah forum yang luar biasa, karena semua pihak yang membutuhkan bertemu di sini. ASN membutuhkan rumah, pengembang mencari pembeli, dan bank menjadi mitra pembiayaan. Semua bisa saling mendukung untuk mewujudkan Sragen sebagai kabupaten dengan akses hunian yang lebih baik,” ujar Bupati.
Ia juga menyebut, berdasarkan data, sekitar 9.000 kepala keluarga di Sragen belum memiliki rumah, yang menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah.
“Oleh karena itu, Pemkab Sragen telah mengambil kebijakan afirmatif seperti pembebasan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan serta pembebasan retribusi untuk persetujuan bangunan gedung bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” tandas Bupati..
Melalui kegiatan, ia juga berharap bisa tercipta rekomendasi konkret untuk merumuskan roadmap perumahan di Sragen yang dapat mendorong keterlibatan lebih banyak pihak, baik pemerintah, bank, pengembang, dan masyarakat.
“Dengan kolaborasi yang semakin kuat, kita akan mampu menjawab tantangan besar ini dan menciptakan solusi nyata bagi masyarakat Sragen yang membutuhkan hunian terjangkau dan layak,” harap Bupati.
Pada kesempatan yang sama, Heri Prasetyo, Pemimpin Bank Jateng Cabang Sragen, menambahkan, Bank Jateng berkomitmen penuh untuk memberikan solusi pembiayaan yang mudah dan terjangkau kepada seluruh lapisan masyarakat.
Dirinya juga mengungkapkan, kegiatan merupakan langkah nyata Bank Jateng dalam mendukung Pemerintah Kabupaten Sragen dalam mewujudkan Sragen sebagai daerah yang memiliki akses perumahan yang inklusif.
“Bank Jateng sangat mendukung program ini karena kami percaya bahwa rumah adalah kebutuhan dasar yang harus bisa dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk ASN, pegawai swasta, dan masyarakat berpenghasilan rendah. Kami ingin memastikan bahwa pembiayaan yang kami tawarkan bisa memberikan kemudahan, baik dari segi suku bunga yang kompetitif maupun proses yang lebih sederhana. Kami akan terus berinovasi untuk memberikan solusi perumahan yang tepat bagi masyarakat Sragen,” ungkap Heri.
Bank Jateng melalui komitmennya turut memberikan solusi atas tantangan pemenuhan kebutuhan rumah di Kabupaten Sragen, dengan menyediakan berbagai program pembiayaan yang dapat diakses oleh masyarakat. Sinergi ini diyakini akan menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat di Sragen. (HS)