HALO TEMANGGUNG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, mengadakan pelatihan anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) dalam mitigasi bencana.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Temanggung, Totok Nursetyanto mengatakan, Linmas punya peran sentral dalam mitigasi kebencanaan.
“Sesuai amanat UU No 24 Tahun 2007, peran Linmas dimulai sejak prabencana, saat bencana, dan pascabencana secara terencana, terpadu dan terkoordinir,” katanya, Minggu (27/7/2025), seperti dirilis temanggungkab.go.id.
Ia menyampaikan, berdasar Permendagri 10 Tahun 2010 disebutkan, satuan Linmas adalah warga masyarakat yang disiapkan dan dibekali pengetahuan, serta keterampilan untuk melaksanakan kegiatan penanganan bencana guna mengurangi dan memperkecil akibat bencana, serta ikut memelihara keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat, kegiatan sosial kemasyarakatan.
Diterangkan, pelatihan yang diberikan adalah keterampilan dasar penanganan awal kebencanaan, atau saat tanggap darurat, seperti membunyikan tanda peringatan terjadi bencana, pelaporan informasi dan rencana aksi penyelamatan jiwa.
“Linmas juga dilatih dalam pasca bencana dan pra bencana,” lanjutnya, sembari mengatakan Linmas yang mendapat pelatihan, di antaranya Kecamatan Kedu dan Kandangan.
Setelah bencana terjadi dan tanggap darurat telah berakhir, disampaikannya, maka fase berikutnya adalah rehabilitasi dan rekonstruksi.
Peran anggota Satlinmas lebih terkoordinasi dengan kewilayahan dalam memberikan data-data yang otentik dan valid.
“Data yang valid akan menjadi dasar aparat kewilayahan dalam menyampaikan data kepada pemerintah yang di atasnya untuk ditindak lanjuti,” terangnya.
Camat Kandangan, Hari Nugroho mengatakan, pentingnya kerja sama lintas sektor dalam upaya penanggulangan bencana.
“Penanganan bencana bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam meminimalkan risiko dan dampak bencana,” tandasnya.
Dikatakan, Linmas, BPBD Temanggung, TNI dan Polri, serta masyarakat luas harus selalu kompak dalam mitigasi dan penanganan kebencanaan. Mereka juga sebagai garda terdepan dalam deteksi dini dan penanganan awal bencana.
Ia menyampaikan komitmen dari pemerintah dalam meningkatkan kapasitas masyarakat untuk menghadapi bencana, sejalan dengan semangat membangun ketangguhan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (HS-08)