HALO SRAGEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen meluncurkan Program Sekolah Lansia, Minggu (13/07/2025) di objek wisata Pasar Bahulak, Desa Karungan, Kecamatan Plupuh.
Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke – 32 tingkat Kabupaten Sragen.
Program Sekolah Lansia dilaunching Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Sragen, Linda Sigit Pamungkas, dan Kepala DPPKBP3A, Agus Sudarmanto.
Bupati Sigit menyampaikan bahwa pendirian Sekolah Lansia merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah, dalam mendukung program Healthy Aging dan memperkuat peran lansia di masyarakat.
Menurutnya menjadi tua adalah sebuah perjalanan hidup yang pasti terjadi, namun menjadi sehat dan produktif di usia senja adalah pilihan.
“Lansia selamanya ini dipersepsikan kurang positif, yaitu menjadi beban keluarga, tidak produktif. Nah, dengan adanya Program Sekolah Lansia ini, kita mengisytiharkan supaya lansia di Sragen berdaya dan menjadi individu yang sehat dan lebih produktif di usia senjanya,” terang Bupati, seperti dirilis sragenkab.go.id.
Selama sekolah, siswa akan diberikan materi pelajaran tentang kesehatan, spiritualitas, dan produktifitas untuk mereka bisa tetap berkarya di usia senjanya.
Program sekolah lansia yang digagas oleh BKKBN tersebut gratis dan sudah tersebar di 20 kecamatan se-Kabupaten Sragen.
Para lansia itu, ujar dia, bersekolah untuk belajar cara hidup sehat, mentalitas, spritual, cara supaya produktif dan seterusnya. Dia mengatakan materinya bebas sesuai kebutuhan para lansia.
“Ini program yang baik dari Pemerintah Pusat, dilanjutkan oleh pemerintah kabupaten selanjutnya untuk kita sukseskan bersama.
Adapun pengajarnya, disesuaikan kebutuhan siswa. Dia memberi contoh, untuk materi spiritualitas dan kesehatan mental, bisa dihadirkan dari KUA atau ustad.
“Untuk kesehatan, nanti dari tim kesehatan, puskesmas, dari rumah sakit. Jadi dari multi-stakeholder yang sifatnya lebih pada kerelawanan,” imbuhnya.
Sementara Kepala DPPKBP3A Agus Sudarmanto menambahkan jika saat ini jumlah Sekolah Lansia di Sragen ada 21 sekolah yang menyebar di 20 kecamatan, khusus di Kecamatan Karangmalang ada dua sekolah lansia, yaitu di Kelurahan Plumbungan dan Desa Puro. Kurikulumnya juga sesuai panduan.
Masa pendidikan selama 10 bulan untuk menyelesaikan dari tiga bagian, yakni S1, S2, dan S3.
Bahkan Program Sekolah Lansia ini terintegrasi dengan Program Bina Keluarga Lansia.
“Sekolahnya sendiri pertemuannya itu setidaknya satu bulan sekali, dengan berbagai materi yang sudah disiapkan, dan lama sekolahnya selama 10 bulan. Setelah itu dinyatakan lulus, karena mereka juga harus mendaftar, dan nanti akan dinyatakan lulus,” kata Agus. (HS-08)