in

Tekan Angka Kemiskinan di Wilayah Perdesaan, Komisi E Kunjungi Kendal

Kunjungan kerja jajaran Komisi E DPRD Provisi Jawa Tengah di Desa Ngesrepbalong Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Senin (7/7/2025).

HALO KENDAL – Upaya menekan angka kemiskinan di wilayah perdesaan, jajaran Komisi E DPRD Provisi Jawa Tengah melakukan kunjungan kerja di Desa Ngesrepbalong, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Senin (7/7/2025).

Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Dr Messy Widiastuti mengatakan, kunker yang dilakukan merupakan komitmen dan sinergitas antara Pemkab Kendal bersama DPRD Jateng untuk menekan angka kemiskinan di wilayah perdesaan di Kendal.

“Kunker sebagai bagian dari upaya evaluasi sekaligus pemetaan program penanggulangan kemiskinan di wilayah perdesaan,” ujarnya.

Messy menjelaskan, Kabupaten Kendal dipilih sebagai lokasi uji coba untuk program percepatan penanggulangan kemiskinan.

“Komisi E DPRD Provisi Jateng memilih Kabupaten Kendal untuk uji coba dalam rangka menekan angka kemiskinan di wilayah Jawa Tengah. Jadi kami bersama intansi daerah terkait terus menjalankan program-program yang dapat membantu warga pra sejahtera meningkatkan taraf hidup,” ungkap Messy.

Dirinya juga menyebut, kunjungan kerja sekaligus untuk meninjau dan memahami kondisi riil di lapangan, terutama di wilayah desa yang masih tergolong miskin.

“Kami juga meninjau faktor-faktor yang sudah dikerjakan oleh pemerintah setempat, sehingga nantinya dapat mengetahui apa saja yang dibutuhkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Ngesrepbalong,” imbuh Messy.

Rombongan disambut Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, bersama Camat Limbangan, dan juga nampak hadir, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Kepala Dinas Sosial Jateng, Kepala Dinas Sosial Kendal, serta Kepala Desa Ngesrepbalong dan perangkatnya.

Bupati Kendal menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal pada tahun 2024 mencapai 5,42 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata provinsi yang sebesar 4,95 persen maupun nasional sebesar 5,03 persen.

“Meski demikian, angka kemiskinan di Kabupaten Kendal masih berada pada angka 9,35 persen, atau sedikit lebih rendah dari provinsi yaitu 9,85 persen, tetapi masih lebih tinggi dari angka nasional yang 8,57 persen,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati juga menyoroti Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang meskipun menurun, masih perlu perhatian serius.

“Angka pengangguran tahun 2024 sebesar 5,01 persen atau sekitar 32.194 orang. Ini masih cukup tinggi sehingga diperlukan langkah-langkah strategis untuk percepatan penurunan pengangguran yang juga berdampak pada pengurangan kemiskinan,” bebermya.

Sebagai salah satu solusi, lanjut Bupati, Pemkab Kendal terus mengembangkan kerja sama dengan kawasan industri di Kendal melalui aplikasi Kendal Karir.

“KEK sebagai kawasan industri yang strategis menjalin komunikasi dan kerjasama erat dengan pemerintah daerah, termasuk melalui sosialisasi, pembinaan, dan job fair,” jelasnya.

Bupati berharap, sinergitas dan perhatian Pemprov Jateng kepada Kabupaten Kendal terus terjaga dan semakin kuat, terutama pada program kesejahteraan bagi masyarakat yang ada di wilayah perdesaan. (HS-06)

Pastikan Kualitas Air Minum, Pemkot Tambah Parameter Pengujian dan Awasi 139 Lokasi

Gandeng Pemprov Jateng, Ribuan Mahasiswa UNS Jalani KKN Tematik