HALO SEMARANG – Dalam beberapa tahun terakhir, radikalisasi di kalangan generasi muda menjadi salah satu tantangan besar yang perlu ditumpas hingga ke akar. Terutama terkait gempuran paham-paham yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko menyoroti pentingnya peran Pancasila sebagai fondasi utama dalam membangun karakter generasi muda, serta mencegah radikalisasi yang dapat merusak persatuan dan keutuhan negara.
Heri mengungkapkan bahwa Pancasila adalah magnet yang harus menjadi pedoman hidup bagi seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda.
“Sebagai generasi penerus bangsa, pemuda harus memiliki karakter yang kuat, berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila, yang mengajarkan hidup dalam kebersamaan, saling menghormati, dan mencintai tanah air. Ini adalah benteng utama dalam menghadapi radikalisasi yang semakin marak di era digital ini,” ujar Heri (26/06/2025).
Heri menjelaskan, radikalisasi sering kali berakar dari ketidakpahaman terhadap ideologi negara, yang memunculkan pandangan sempit tentang kebangsaan.
Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, menurut Heri, harus dijadikan sebagai rujukan dalam membangun karakter dan moralitas generasi muda. Hal ini akan membantu generasi muda untuk berpikir terbuka, toleran, dan tidak mudah terjerumus ke dalam pemahaman yang salah.
“Pancasila mengajarkan kita untuk hidup berdampingan dengan damai, menghormati perbedaan, dan menjaga persatuan. Ini adalah nilai yang harus diperkenalkan kembali secara konsisten kepada pemuda, agar mereka memiliki dasar moral yang kokoh dalam menghadapi segala tantangan zaman, termasuk radikalisasi,” jelas Heri.

Tak hanya itu, Heri juga menyoroti pentingnya pendidikan Pancasila di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi, sebagai upaya untuk menanamkan pemahaman yang benar tentang ideologi bangsa.
“Pendidikan Pancasila harus lebih dari sekadar mata pelajaran. Ini harus menjadi bagian dari pembentukan karakter yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
“Pancasila harus menjadi sumber nilai dalam segala aspek kehidupan, baik di sekolah, masyarakat, maupun dalam dunia kerja,” tambahnya.
Di Jawa Tengah, sebagai provinsi yang memiliki beragam suku dan budaya, Heri mencatat bahwa radikalisasi dapat berkembang jika tidak ada upaya serius dalam memperkuat semangat kebangsaan dan pemahaman yang baik tentang Pancasila.
Fenomena ini semakin diperburuk dengan semakin mudahnya akses terhadap informasi ekstrem melalui media sosial dan internet.
“Pemuda harus dilibatkan dalam kegiatan yang positif, yang dapat mengembangkan keterampilan mereka sekaligus memperkuat rasa nasionalisme,” katanya.
“Pemerintah juga memiliki tanggung jawab besar untuk menciptakan program-program yang dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kebanggaan terhadap Pancasila,” pungkasnya.(HS)