in

Musim Hujan, Harga Jual Biji Kopi di Kendal Anjlok Rp 60 Ribu/Kg

Penjemuran biji kopi oleh petani di Kendal.

HALO KENDAL – Faktor musim hujan mempengaruhi turunnya harga jual biji kopi di Kendal. Hal itu diungkapkan Eko Siswanto, salah seorang petani kopi di Desa Mlatiharjo, Kecamatan Patean Kabupaten Kendal, Sabtu (28/6/2025).

“Harga biji kopi pada awal musim panen di bulan Juni ini anjlok hingga Rp 60 ribu per kilogram. Padahal harga pada tahun lalu mencapai Rp 80 ribu per kilogram,” ujarnya.

Menurut Eko, masih seringnya turun hujan saat memasuki musim kemarau, berakibat hasil penjemuran biji kopi menjadi tidak sempurna. Sehingga kualitas biji kopi tidak bagus, dan akibatnya harga kopi menjadi turun.

“Sekarang masih sering hujan, jadi penjemuran tidak sempurna, makanya kualitas kopi jadi kurang baik, sehingga tengkulak beli dengan harga murah,” ungkapnya.

Senada diungkapkan petani kopi lainnya, Kusmiati, yang mengatakan, bahwa harga biji kopi saat ini turun menjadi Rp 60.000 per kilogram.

Dirinya juga mengakui masih sering turun hujan yang menjadi kendala dalam penjemuran, meski saat ini baru mulai masa panen.

Kusmiati dan para petani kopi di Kendal berharap, pada puncak musim panen kopi di bulan Juli dan Agustus nanti, dimana kondisi cuaca tidak sering turun hujan.

“Kami berharap puncak panen nanti, yang kondisinya jarang hujan. Sehingga hasil penjemuran biji kopi bisa sempurna dan kualitasnya bisa bagus, maka harga kopinya pun menjadi bagus,” harapnya.(HS)

Pancasila untuk Membangun Generasi Muda Berkarakter, Ini Pesan Wakil Ketua DPRD Jateng

Kejurnas Panahan Junior Digelar di Kudus, Pacu Prestasi Atlet Jateng