HALO KENDAL – Dalam rangka menjaga kondusivitas wilayah, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kendal menggelar Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekusor Narkotika.
Sosialisasi diikuti 70 Calon Pasukan Pengibar Bendera (Capaskibra) Kabupaten Kendal, yang merupakan bagian dari pembinaan intensif yang diterima Capaskibra, selain pelatihan fisik dan penanaman nilai-nilai nasionalisme.
Kepala Badan Kesbangpol Kendal, Alfebian Yulando menyampaikan, kegiatan yang digelar bertujuan untuk membentuk karakter positif dan memperkuat mental para paskibra yang akan bertugas pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus mendatang.
“Kebetulan nara sumber pertama kami hadirkan dari BNNK Kendal. Karena adik-adik ini kan masih kelas satu, dia adalah penerus kita semua. Maka, kami berikan pembekalan terkait informasi dan pengetahuan terkait bahaya penyalahgunaan narkoba, sebagai dasar utama agar mereka terhindar dari bahaya penyalahgunaan obat-obatan terlarang,” ujar Febi sapaan akrabnya.
Lebih lanjut, Kaban Kesbangpol Kendal menjelaskan, nara sumber lainnya dari akademisi juga turut memberikan materi terkait bahaya penyalahgunaan media sosial dan potensi dampak hukum dari tindakan yang melanggar norma hukum.
Menurutnya, materi tersebut penting untuk membangun ketahanan karakter para Capaskibra, supaya tidak mudah terjerumus pada hal-hal negatif.
“Jadi pembinaan ini sebagai dasar utama agar fondasi mental para Capaskibra menjadi kuat, sehingga dapat terhindar dari hal-hal yang negatif,” imbuh Febi.
Kaban Kesbangpol Kendal juga menegaskan, pembinaan sebagai upaya untuk menjaga para pelajar dari berbagai bentuk kenakalan remaja, karena pergaulan sekarang kan ada tawuran, kreak, peredaran obat-obatan terlarang, minuman keras.
“Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang sehat, berintegritas, serta tangguh dalam menghadapi tantangan zaman,” tandasnya.
Selain itu, Febi juga menyebut, kegiatan mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara fisik tetapi juga tangguh secara mental dan bebas dari pengaruh narkotika.
Sementara itu, Kepala BNNK Kendal, Anna Setiyawati yang hadir sebagai nara sumber memberikan pemahaman menyeluruh mengenai jenis-jenis narkotika dan dampak buruk yang ditimbulkan jika disalahgunakan.
Dirinya menjelaskan, para Capaskibra juga dibekali peran untuk menjadi penyambung pesan kepada lingkungan sekitarnya terkait bahaya narkoba.
“Kami hari ini bersama Badan Kesbangpol memberikan sosialisasi apa itu narkoba beserta dampaknya. Kami dari BNNK juga memberikan sosialisasi apa yang harus dilakukan adik-adik sebagai orang-orang terpilih kepada lingkungan dan teman sebayanya,” jelas Kepala BNNK Kendal.
Menurut Anna, Capaskibra memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan di masyarakat. Maka dari itu, mereka diharapkan bisa menjadi duta anti narkoba yang menyampaikan informasi penting kepada rekan-rekannya, agar membentuk lingkungan sekolah dan sosial yang bersih dari pengaruh narkotika.
Dalam sesi berikutnya, dosen Unisbank Semarang, Widiyanto Tri Handoko, menyampaikan materi tentang ancaman penyalahgunaan teknologi informasi yang dapat membuka celah terhadap penyebaran dan penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan generasi muda.
Diungkapkan, pemanfaatan teknologi secara tidak bijak dapat menjadi faktor pendorong perilaku negatif. Namun sebaliknya, jika teknologi digunakan dengan bijak akan menjadi senjata ampuh melawan kejahatan siber.
la juga menyampaikan akan pentingnya pemahaman digital bagi para pelajar, agar mereka mampu menggunakan teknologi secara produktif dan positif.
“Sebagai pelajar SMA adik-adik ini adalah generasi yang tumbuh bersama teknologi, dan sudah saatnya memahami serta memanfaatkan teknologi informasi secara positif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika,” tegas Widiyanto.
Sebagai bentuk pembinaan berkelanjutan, sosialisasi antinarkotika ini menjadi salah satu program penting dalam proses pembentukan karakter Capaskibra Kabupaten Kendal, dengan menyasar aspek fisik, mental, sosial, dan hukum.(HS)