in

Inovasi Ceting Oli dan Cekatan, Cilacap Berhasil Tekan Prevalensi Stunting jadi 13,4 Persen

Acara Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten / Kota dalam Pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting oleh Bappeda Provinsi Jawa Tengah, yang diikuti secara daring di Aula Bappeda Kabupaten Cilacap, Rabu (28/5/2025). (Foto : cilacapkab.go.id)

 

HALO CILACAP – Upaya Pemerintah Kabupaten Cilacap dalam menekan angka stunting menunjukkan hasil yang signifikan. Melalui dua inovasi utama, yaitu  Cegah Stunting dengan Olahan Ikan (Ceting Oli) dan Cegah Kasus TBC Anak dan Stunting (Cekatan), prevalensi stunting di wilayah ini berhasil ditekan hingga mencapai angka 13,4 persen pada tahun 2024.

Data tersebut diungkap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Cilacap, Sujito, dalam Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam Pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting oleh Bappeda Provinsi Jawa Tengah, yang diikuti secara daring di Aula Bappeda Kabupaten Cilacap, Rabu (28/5/2025).

“Inovasi ini terbukti efektif menurunkan stunting secara bertahap. Tahun ini, prevalensi stunting sudah berada di angka 13,4 persen, lebih rendah dari rata-rata nasional,” ujar Sujito, seperti dirilis cilacapkab.go.id.

Salah satu program unggulan adalah Ceting Oli, yang berfokus pada peningkatan konsumsi olahan ikan sebagai sumber protein hewani bergizi tinggi. Program ini dimulai pada 2023 dan menyasar balita di Kelurahan Sidakaya, Kecamatan Cilacap Selatan.

Di Posyandu Puspitasari 15, sebanyak 44 balita menjadi sasaran pada tahun pertama, meningkat menjadi 46 balita pada 2024.

Ceting Oli dijalankan secara swadaya oleh Kelompok Pengolah dan Pemasar Ikan (Poklahsar) “Barokah Zein”.

Setiap bulannya, mereka menyediakan 60 porsi  pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis ikan, lengkap dengan penyuluhan gizi untuk orang tua balita.

“Program ini bukan hanya soal makanan, tapi juga edukasi. Ibu-ibu belajar cara mengolah ikan yang menarik bagi anak, dan kader posyandu mendapatkan pelatihan diversifikasi menu,” kata Sujito.

Dampaknya terlihat jelas. Selain mendorong perbaikan status gizi balita, angka stunting di wilayah tersebut turun dari 77 menjadi 66 kasus dalam dua tahun terakhir. Kini, program ini mulai direplikasi di kelurahan tetangga seperti Donan.

Namun, tantangan tetap ada. Tidak semua anak terbiasa mengonsumsi olahan ikan, dan cakupan promosi konsumsi ikan di keluarga risiko stunting masih tergolong rendah, yakni sekitar 40,14 persen pada 2024.

Penggabungan

Sementara itu, inovasi Cekatan menyoroti hubungan erat antara penyakit infeksi TBC dan stunting.

Melalui skrining aktif dan pengobatan TBC pada balita, program ini menargetkan pencegahan gizi buruk yang disebabkan oleh infeksi kronis.

Tahun 2023, tercatat 4.380 kasus TBC di Kabupaten Cilacap, dengan 487 kasus di antaranya terjadi pada balita.

Dari jumlah tersebut, 43 balita mengalami TBC sekaligus stunting. Pada 2024, kasus TBC meningkat menjadi 4.844, dengan balita yang terdampak mencapai 691 anak, dan 95 kasus gabungan TBC-stunting.

Kecamatan Binangun menjadi lokus utama program ini. Di wilayah ini, program Cekatan berhasil menekan kasus gabungan TBC-stunting menjadi hanya satu kasus pada 2024.

Skrining aktif TBC dilakukan setiap bulan sejak Juli 2024, ditambah dengan kegiatan active case finding massal pada Agustus 2024 dan Januari 2025.

Setiap balita yang teridentifikasi mendapatkan pengobatan standar dan pendampingan gizi oleh kader dan petugas kesehatan.

“Kami menemukan korelasi yang kuat antara infeksi TBC dengan stunting. Balita yang mengalami TBC lebih sulit pulih gizinya, sehingga perlu penanganan terintegrasi,” jelas Sujito.

Keberhasilan dua inovasi ini menjadi bukti nyata efektivitas pendekatan konvergensi lintas sektor dalam menurunkan stunting. Pemkab Cilacap akan mendorong replikasi program ini di lebih banyak wilayah guna mencapai target nasional penurunan stunting.(HS-08)

HUT IGTKI – PGRI, Bupati Cilacap Sebut PAUD Garda Terdepan Membentuk Karakter Penerus Bangsa

Satpol PP Banjarnegara Musnahkan Ribuan Botol Minuman Beralkohol dan Tuak