SETIAP menjelang Idul Fitri, masyarakat di Kabupaten Kendal menyambut tradisi Pasar Kembang dengan antusias. Pasar ini bukan hanya tempat berbelanja bunga potong dan bunga tabur, tetapi juga menjadi perayaan budaya yang menghidupkan kembali semangat dan ekonomi lokal.
Di Pasar Kembang Weleri dan Pasar Desa Penyangkringan, Kecamatan Weleri, pemandangan yang memikat terlihat saat para pedagang bunga menawarkan beragam jenis bunga hias. Mulai dari mawar, sedap malam, hingga krisan, semua tersaji dengan indah di bawah naungan stan-stan sederhana. Para pedagang, yang datang dari berbagai daerah seperti Weleri, Ungaran, Bandungan, dan Ambarawa, telah hadir sejak Jumat malam (28/3/2025) untuk menyambut arus pembeli.
Di Kabupaten Kendal, memang ada tradisi menghias rumah dengan berbagai macam bunga untuk memperindah ruang tamu saat Lebaran. Kebiasaan ini sudah berlangsung bertahun-tahun, khususnya warga di sekitar Kecamatan Weleri.
Tradisi ini bukan sekadar menjalankan kebiasaan tahunan, tetapi juga mampu mendorong bagi perekonomian lokal. Pasar Weleri, yang sempat lumpuh akibat kebakaran, kini menemukan kembali denyut nadi ekonominya melalui Pasar Kembang. Fahrudin, salah satu pedagang bunga potong, merasa bersyukur atas kesempatan ini. “Bunga sedap malam dan bunga paket paling banyak dicari. Harga mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 50 ribu,” jelasnya.
Risa, seorang pembeli datang untuk membeli bunga hias demi mempercantik rumahnya saat Lebaran. “Bunga sedap malam dan paket ini untuk membuat rumah wangi dan cantik. Banyak tamu yang akan datang saat Lebaran, jadi rumah harus terlihat bagus dengan hiasan bunga,” ujarnya sambil tersenyum.
Wakil Ketua Umum Komunitas Muda Bersatu Kendal, Nattaya yang juga putri Bupati Kendal, ikut meramaikan pasar dengan memborong bunga potong hias dan baju Lebaran. Ia berharap tradisi Pasar Kembang bisa terus dipertahankan dan menjadi motor penggerak ekonomi di Kendal. “Tradisi ini mendatangkan warga dari berbagai penjuru, mendongkrak perekonomian lokal,” katanya dengan semangat.
Di tengah riuh rendah suasana pasar, Pasar Kembang Weleri tidak hanya menawarkan bunga, tetapi juga harapan. Harapan akan kebangkitan ekonomi dan pelestarian budaya, yang setiap tahunnya menyatukan masyarakat Kendal dalam kehangatan tradisi jelang Lebaran.(HS)