HALO SEMARANG – Guna melayani masyarakat yang akan mengunakan moda transportasi kereta api di momen Lebaran 2025/1446 H, KAI Daop 4 Semarang akan menyiapkan sejumlah personel tambahan di jalur rawan bencana alam atau kejadian kecelakaan seperti di perlintasan KA sebidang. Penambahan petugas keamanan dan penjaga perlintasan di jalur rawan tersebut untuk memastikan operasional perjalanan kereta api berjalan dengan aman, lancar dan menyenangkan.
Direktur Pengelolaan Sarana KAI, John Roberto menjelaskan, pihaknya ingin memastikan semua jalur yang kemungkinan masih rawan bisa diantisipasi dengan baik.
“Sebab, kondisi di wilayah Jawa Tengah saat ini masih menghadapi cuaca hujan, yang diprediksi hujan akan terjadi sampai akhir Maret, seperti di jalur Gubug untuk itu kami mengerahkan tenaga -tenaga tambahan untuk memonitor perkembangan setiap harinya. Karena kemarin di Gubug sempat membuat perjalanan kereta api ditutup,” ujarnya, usai acara Apel Gelar Pasukan Posko Angkutan Lebaran 2025 di Halaman Stasiun Semarang Tawang, Senin (24/3/2025).
KAI, lanjut dia, menetapkan masa Angkutan Lebaran Tahun 2025 selama 22 hari, dari Jumat (21/3) hingga Jumat(11/4). Sedangkan masa Posko Angkutan Lebaran berlangsung selama 16 hari, dari Senin (24/3) hingga Selasa (8/4).
“Dengan mengusung tagline tahun ini, yakni Mudik Tenang Menyenangkan serta prinsip Transportasi Merekatkan Kebersamaan, KAI berkomitmen untuk menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan lancar bagi para pelanggan,” katanya.
Sementara, Kepala Daop 4 Semarang Daniel Johannes Hutabarat mengatakan untuk memastikan pelayanan terbaik, KAI Daop 4 Semarang menyiagakan sebanyak 2.862 personel yang terdiri dari masinis, asisten masinis, kondektur, prama/prami, customer service, serta petugas operasional lainnya. Seluruh petugas telah dibekali dengan pelatihan serta SOP yang mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan.
“Dari sisi infrastruktur, KAI Daop 4 Semarang telah menyiapkan alat material untuk siaga (AMUS) guna mengantisipasi potensi gangguan perjalanan, terutama di 15 titik daerah rawan, termasuk wilayah yang berpotensi mengalami banjir, amblesan, serta jembatan kereta api yang rawan. Selain itu, 36 personel tambahan telah ditempatkan untuk pengamanan ekstra di sepanjang jalur rel,” jelasnya.
Selain itu, KAI Daop 4 Semarang juga menambah total 36 personel di sepanjang jalur rel yang terdiri dari petugas pemeriksa jalur (PPJ) ekstra sejumlah 8 personel, petugas jaga lintasan (PJL) ekstra 8 personel, dan penjaga daerah rawan (PDR) ekstra sebanyak 20 personel.
Sebagai bentuk upaya menjamin keamanan, KAI Daop 4 Semarang mengerahkan 370 personel keamanan, terdiri dari 60 personel TNI/Polri dan 310 personel internal (Polsuska dan security). Stasiun-stasiun utama seperti Semarang Tawang Bank Jateng dan Semarang Poncol juga akan diperkuat dengan kehadiran K9 atau anjing pelacak untuk meningkatkan keamanan.
“Personel keamanan akan berjaga di stasiun, di atas KA, serta melakukan patroli di jalur KA dan objek penting lainnya,” imbuhnya.
Selanjutnya, KAI telah melaksanakan pemeriksaan lintas baik oleh Direksi dan Komisaris KAI, serta oleh Manajemen Daop 4 Semarang, dimana pada kegiatan dilakukan pemeriksaan tempat kerja dan seluruh lintas operasional kereta api. Sehingga mengidentifikasi potensi bahaya dan memastikan SOP serta protokol kesehatan pada setiap unit kerja dipenuhi.
Selain itu, KAI bersama dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan juga telah melaksanakan Rampcheck SPM (Standar Pelayanan Minimum) Angkutan Lebaran 2025 dengan memeriksa 8 stasiun pelayanan penumpang dan 12 kereta api penumpang di wilayah Daop 4 Semarang.
“Pengawasan Inspeksi Keselamatan oleh DJKA Kemenhub dengan melaksanakan site visit dengan ruang lingkup pemeriksaan meliputi aspek prasarana, fasilitas operasi dan telekomunikasi di wilayah Daop 4 Semarang. Daop 4 Semarang juga telah melakukan kerjasama dengan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang dalam memprakirakan cuaca yang bertujuan untuk mempersiapkan jika terjadi cuaca ekstrim yang akan terjadi di sepanjang lintas operasional kereta api di wilayah Daop 4 Semarang,” paparnya.
Dalam upaya menyukseskan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2025 ini, KAI berkolaborasi dengan berbagai pihak meliputi Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, Pemerintah Daerah, TNI, Polri, Basarnas, serta anggota komunitas pecinta kereta api.
“Dengan bantuan dari beberapa pihak tersebut kami harap angkutan Lebaran tahun ini dapat terselenggara dengan tenang dan menyenangkan,” pungkasnya. (HS-06)