in

Hadiri RAT KPRI Praja Sejahtera, Sekda Grobogan Tekankan Pentingnya Evaluasi dan Partisipasi Aktif Anggota

Rapat Anggota Tahunan (RAT) KPRI Praja Sejahtera Tutup Tahun Buku 2024 digelar di Gedung Riptaloka, Grobogan, Rabu, (26/2/2025), (Foto : setda.grobogan.go.id)

 

HALO GROBOGAN – Sekretaris Daerah (Sekda) Grobogan, Anang Armunanto, selaku Pembina KPRI Praja Sejahtera, menekankan pentingnya evaluasi dan partisipasi aktif anggota, dalam pengelolaan dan upaya mengembangkan koperasi.

Dia juga mengingatkan kembali prinsip koperasi sebagaimana yang disampaikan Bung Hatta, sebagai Bapak Koperasi Indonesia.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Grobogan, Anang Armunanto, ketika menyampaikan sambutan, dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) KPRI Praja Sejahtera Tutup Tahun Buku 2024 digelar di Gedung Riptaloka, Grobogan, Rabu, (26/2/2025),

Menurut dia, koperasi bukan sekadar wadah simpan pinjam, melainkan ekosistem yang tumbuh dari kepercayaan, solidaritas, dan kerja sama anggota.

“Koperasi merupakan bentuk usaha yang berdasarkan atas asas kekeluargaan, karena koperasi yang menyatakan kerja sama antara anggotanya sebagai suatu keluarga dan menimbulkan tanggung jawab bersama sehingga pada koperasi tidak ada majikan dan tidak ada buruh,” kata dia, seperti dirilis setda.grobogan.go.id.

Meskipun telah dipilih pengurus dan pengawas, Sekda Anang Armunanto menegaskan bahwa koperasi tetap membutuhkan keterlibatan aktif anggotanya.

“Meskipun telah dipilih Pengurus dan Pengawas dalam mengelola KPRI Praja Sejahtera, namun tetap diperlukan urun rembug dari seluruh anggota,” tambahnya.

Salah satu tantangan utama yang dihadapi koperasi adalah menurunnya jumlah anggota, serta kurangnya minat dalam pemanfaatan fasilitas kredit.

Sekda Anang Armunanto berharap solusi yang telah dirancang pengurus mendapat dukungan penuh.

“Jika masih dapat disempurnakan, berikan koreksi yang riil dan konstruktif, sehingga solusi yang ditawarkan dapat tersusun secara lebih strategis dan tepat sasaran,” tuturnya.

Dari sisi ekonomi, kinerja koperasi menunjukkan tren positif. Per 31 Desember 2024, KPRI Praja Sejahtera mencatat kenaikan aset menjadi Rp16.867.418.856.

Capaian ini membuktikan bahwa koperasi yang dikelola dengan baik dan didukung partisipasi aktif anggotanya dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang berdaya saing.

Sekda juga menekankan pentingnya sinergi antara pengurus, pengawas, karyawan, serta anggota sebagai pemilik dan pengguna koperasi.

“Sinergi yang telah terjalin perlu terus dipelihara dan ditingkatkan dalam pengelolaan koperasi agar manfaatnya semakin dirasakan oleh seluruh anggota,” tegasnya.

Rapat Anggota Tahunan ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum evaluasi untuk menatap masa depan koperasi dengan lebih optimistis.

Para anggota diajak untuk menjaga semangat kolektivitas demi mengembangkan koperasi sebagai entitas ekonomi yang kuat dan berdaya saing.

Dengan tekad yang kuat dan komitmen yang tinggi, diharapkan KPRI Praja Sejahtera semakin maju dan memberikan manfaat lebih besar bagi seluruh anggotanya. (HS-08)

Semangat Bangun Jawa Tengah, Taj Yasin Ikuti Retreat di Akmil Magelang

Jelang Ramadhan, Pemkot Tegal Pantau Pergerakan Harga Sembako