HALO KENDAL – Selain dipercaya dapat meredakan pegal dan meningkatkan relaksasi, pijat tradisional kini juga mendapat pengakuan resmi melalui pelatihan dan sertifikasi. Salah satunya komunitas terapis Reposisi Tulang dan Sendi (RTS) Jawa Tengah.
Pijat tradisional yang dipadukan dengan ilmu anatomi, masih menjadi incaran masyarakat. Tidak asal pijat namun ada ilmunya dan teknik dalam pemijatan, sehingga pasien yang dipijat sekalipun tubuh ditekuk tidak merasakan sakit.
Salah satu pusat pelatihan yang terkenal adalah RTS Jawa Tengah, yang berlokasi di Mijen, Kota Semarang, tepatnya di kampung jajanan Jatisari Pasar Ace, Kecamatan Mijen Kota Semarang.
Di tempat tersebut tidak hanya menawarkan pelatihan pijat tradisional, tetapi juga memastikan lulusannya memiliki kompetensi yang diakui dengan sertifikat resmi.
Bahkan pengelola terapis, Handoyo, tidak hanya praktek di training center saja, namun juga melakukan roadshow di berbagai obyek wisata yang ada di Kendal. Seperti di Pantai Sendang Sikucing dan Curug Sewu dengan memasang tarif relatif murah sebagai ajang promosi.
“Pelatihan di RTS Jateng mencakup teori dan praktik pijat yang lengkap. Jadi peserta diajarkan teknik-teknik pijat tradisional yang aman dan efektif, serta bagaimana berinteraksi dengan klien secara profesional,” ungkapnya, Rabu (15/1/2025).
Dalam praktek, RTS Jateng mendatangkan penguji oleh masternya langsung dari Malang Jawa Timur, yaitu Yuansah sebagai master pijat RTS.
“Sertifikasi menjadi syarat penting bagi para terapis untuk bisa membuka praktik atau bekerja di pusat kesehatan. Dengan sertifikat, klien merasa lebih percaya, dan praktik kami lebih dihargai,” ujar Yuansah.
Salah satu peserta asal Jakarta, Indah Nur mengatakan, dirinya sudah lama ikut pelatihan dan sampai saat ini sudah banyak pasien yang ditangani terkait permasalahan tulang dan sendi.
Menurutnya, pijat kretek di sini tidak asal, karena belum tentu semua orang bisa melakukan secara benar. Kalau hanya melihat di youtube tanpa ada guru yang membimbing, mustahil dia bisa melakukan sesuai SOP.
“Sebab semua ada ilmunyan, bahkan kita seperti belajar anatomi tubuh manusia. Kalau tidak punya ilmunya, bisa-bisa menarik tulang sendi bisa salah dan berakibat fatal,” kata Indah Nur.
RTS Jateng menawarkan pelatihan lengkap, mulai dari teknik dasar hingga keahlian khusus seperti pijat kretek. Peserta juga mendapatkan teori tentang anatomi tubuh dan teknik yang aman untuk diterapkan pada klien.
Pelatihan dan ujian di bawah bimbingan langsung Master RTS, Yuansah dari Malang Jawa Timur. Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para terapis agar dapat memberikan pelayanan terbaik kepada pasien dan menghindari kesalahan fatal dalam penanganan.
Dalam pelatihan yang berlangsung selama juju hari ini, para peserta diajarkan 60 teknik pijat tradisional yang dikembangkan oleh Master Yuansah.
Menurut Master Yuansah, setiap teknik dirancang untuk menangani berbagai kondisi tubuh, mulai dari keluhan ringan hingga terapi penyembuhan yang lebih kompleks.
“Penguasaan semua teknik ini sangat penting bagi para terapis. Kesalahan kecil saja dalam menerapkan teknik pijat bisa berdampak fatal bagi pasien. Oleh karena itu, para peserta tidak hanya diajarkan teori, tetapi juga diuji langsung kemampuan mereka dalam praktik,” ujarnya.
Selain pelatihan teknik, para peserta juga diberi wawasan mendalam tentang anatomi tubuh, titik-titik pijat tradisional, dan cara berkomunikasi dengan pasien untuk memastikan kenyamanan selama terapi.
“Dengan adanya pelatihan ini, RTS Jateng berharap dapat mencetak lebih banyak terapis yang kompeten dan siap melayani masyarakat dengan pijat tradisional yang aman dan berkualitas tinggi,” jelas Master Yuansah. (HS-06)