HALO GROBOGAN – Momentum peringatan Hari Disabilitas Internasional, Bank Jateng Kantor Cabang Purwodadi melaksanakan kegiatan sosial dengan menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa modal kewirausahaan kepada para penyandang disabilitas di Kabupaten Grobogan.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Grobogan, Sri Sumarni, dan Pemimpin Bank Jateng Cabang Purwodadi, Woro Handayani, kepada perwakilan penerima manfaat, Sabtu (14/12/2024) lalu, di Pendopo Kabupaten Grobogan.
Pemimpin Bank Jateng Cabang Purwodadi, Woro Handayani menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi bagi kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas.
“Bank Jateng sangat peduli terhadap inklusivitas sosial dan ekonomi. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan dampak nyata bagi para penerima manfaat,” ujarnya dalam sambutan.
Lebih lanjut, Woro mengungkapkan bahwa penyandang disabilitas sering menghadapi keterbatasan akses terhadap modal usaha, pendidikan, dan pelatihan yang memadai. Akibatnya, banyak di antara mereka yang belum mampu mencapai kemandirian ekonomi
“Melalui bantuan CSR ini, Bank Jateng berusaha mengatasi kesenjangan tersebut dengan menyediakan dana awal sekaligus bimbingan kewirausahaan. Tujuannya adalah untuk membantu penyandang disabilitas tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang di sektor UMKM,” ungkapnya.
Dalam acara tersebut, Bank Jateng juga menggandeng komunitas disabilitas lokal untuk berbagi kisah inspiratif mengenai perjuangan mereka dalam membangun usaha.
Bupati Grobogan, Sri Sumarni, turut memberikan apresiasi terhadap program ini. Ia menyatakan perhatian terhadap penyandang disabilitas harus menjadi prioritas untuk memastikan pembangunan daerah yang inklusif.
“Saya sangat bangga dengan langkah Bank Jateng yang mendukung kemandirian ekonomi para penyandang disabilitas di Grobogan. Ini merupakan bukti nyata dari sinergi positif antara sektor swasta dan pemerintah,” ungkapnya.
Kegiatan merupakan bagian dari program Peningkatan Kapasitas dan Kemandirian Kewirausahaan (PKPK), yang digagas untuk membantu penyandang disabilitas mengembangkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) secara berkelanjutan.
Sebanyak 50 penerima manfaat yang terdiri dari pelaku usaha muda hingga pengusaha pemula menerima bantuan modal kewirausahaan senilai total Rp 500 juta.
Selain bantuan finansial, acara ini juga mencakup pelatihan intensif untuk mendukung pengelolaan usaha dan pemanfaatan teknologi pemasaran digital. Melalui program ini, penyandang disabilitas diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi mereka. (HS-06).