in

Politisi PDI Perjuangan Puan Maharani Kembali Pimpin DPR RI untuk Periode 2024-2029

Ketua DPR RI periode 2019-2024, Puan Maharani Nakshatra Kusyala Devi, saat membacakan Ikrar Kesaktian Pancasila dalam upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila. (Foto: dpr.go.id)

 

HALO SEMARANG – Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Puan Maharani Nakshatra Kusyala Devi, kembali memimpin Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI 2024-2029.

Pemilihan dan penetapan Puan sebagai Ketua DPR, dilaksanakan dalam Rapat Paripurna yang dipimpin oleh Ketua Sementara DPR RI, Guntur Sasono dari Fraksi Partai Demokrat, dan Wakil Ketua Sementara, Anisa Mahesa dari Fraksi Partai Gerindra.

Dengan dihadiri oleh 383 anggota dari total 579 anggota DPR RI, Rapat Paripurna tersebut dimulai dengan ketukan palu oleh Guntur Sasono, yang menandakan pembukaan rapat.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, perkenankanlah kami selaku pimpinan sementara DPR RI membuka Rapat Paripurna DPR RI yang kedua masa persidangan pertama tahun sidang 2024-2025,” kata Guntur, seperti dirilis dpr.go.id.

Agenda rapat berlanjut dengan pengesahan pimpinan dan kepengurusan delapan fraksi DPR sebelum memasuki momen penting, yaitu penetapan pimpinan DPR RI yang baru.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua atas UU MD3, kursi Ketua DPR RI diberikan kepada fraksi partai politik dengan perolehan kursi terbanyak.

Dalam Pemilu Legislatif 2024, PDI Perjuangan kembali menjadi fraksi dengan kursi terbanyak, sehingga Puan Maharani terpilih sebagai Ketua DPR RI.

Selain Puan, empat Wakil Ketua DPR RI juga dipilih berdasarkan perolehan kursi terbanyak setelah PDIP.

Mereka adalah Adies Kadir dari Fraksi Partai Golkar, Sufmi Dasco Ahmad dari Fraksi Partai Gerindra, Saan Mustofa dari Fraksi Partai NasDem, dan Cucun Ahmad Syamsurizal dari Fraksi PKB.

Ketika Guntur Sasono menanyakan persetujuan anggota DPR terkait penetapan Puan dan para wakilnya, seluruh anggota menjawab serentak, “Setuju,” yang kemudian disahkan dengan ketukan palu.

Prosesi dilanjutkan dengan pengucapan sumpah/janji oleh Puan Maharani dan empat Wakil Ketua DPR RI yang dipandu langsung oleh Ketua Mahkamah Agung, Muhammad Syarifuddin. Usai pengucapan sumpah, penyerahan simbolis kepemimpinan DPR dilakukan melalui penyerahan palu sidang dari Guntur Sasono kepada Puan Maharani, yang menandai resminya Puan kembali memimpin DPR RI.

Puan, yang kini memasuki periode keduanya sebagai Ketua DPR, menyatakan komitmennya untuk melanjutkan agenda-agenda parlemen, dengan semangat kebersamaan dan keberpihakan kepada rakyat.

Pemilihan ini menjadi babak baru dalam perjalanan legislatif Indonesia, dengan tantangan-tantangan yang menanti untuk dihadapi selama lima tahun ke depan.

Baca Ikrar

Sebelumnya, Puan Maharani juga didaulat untuk membacakan Ikrar Kesaktian Pancasila, dalam upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Selasa (1/10/2024).

Upacara tersebut digelar di Monumen Pancasila Sakti, Pondok Gede, Jakarta, dan menjadi momen istimewa bagi Puan, karena dilakukan sebelum pelantikannya sebagai anggota DPR RI periode 2024-2029.

Puan mengungkapkan harapannya agar Pancasila terus menjadi pedoman hidup bagi seluruh rakyat Indonesia.

Ia menyebutkan bahwa Pancasila adalah kekuatan pemersatu bangsa dan harus tetap dijunjung tinggi oleh semua lapisan masyarakat.

Upacara yang berlangsung khidmat tersebut, dipimpin oleh Presiden Joko Widodo sebagai inspektur upacara, dengan Brigjen TNI Edi Saputra bertugas sebagai komandan upacara.

Rangkaian acara dimulai dengan pengumandangan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dan dilanjutkan dengan mengheningkan cipta untuk mengenang para pahlawan bangsa.

Dalam ikrar yang dibacakan oleh Puan, ditekankan pentingnya menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kami membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan,” ujar Puan, cucu Proklamator Bung Karno.

Selain itu, Puan mengutip salah satu pernyataan Bung Karno yang menegaskan bahwa Pancasila adalah hasil perasaan rakyat Indonesia yang diam-diam telah ada di dalam hati mereka.

Dengan semangat tersebut, Puan berharap agar Pancasila terus dipegang teguh sebagai landasan negara dalam menghadapi tantangan ke depan.

“Pancasila harus selalu ada di hati seluruh warga Indonesia. Kita bisa menjaga persatuan dan keberagaman bangsa karena kita memiliki Pancasila sebagai ideologi dan jiwa bangsa Indonesia,” tuturnya.

Pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila ke-59 ini, tema yang diusung adalah ‘Bersama Pancasila Kita Wujudkan Indonesia Emas’. Puan pun berharap agar peringatan ini menjadi momen penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, dengan Pancasila sebagai landasan utamanya.

“Tentunya dengan menjadikan Pancasila sebagai landasannya,” ujar Puan. (HS-08)

Momen Balas Dendam Kenangan Pahit Musim Lalu

Polda Metro Jaya Periksa Saksi Kunci Kasus Pembubaran Diskusi di Hotel Grand Kemang