HALO SEMARANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang berharap memiliki armada truk tangki air sendiri untuk melakukan droping air bersih ke warga di wilayah terdampak kekeringan seperti saat menghadapi musim kemarau ini. Sebab, selama ini BPBD masih mengandalkan armada tangki air bersih PDAM Tirta Moedal ataupun bantuan CSR (corporate social responsibility) milik pihak swasta untuk mendistribusikan air bersih ke warga.
Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto mengaku, saat ini pihaknya memang belum memiliki armada berupa truk tangki air sendiri. Sehingga saat melakukan pendistribusian air bersih ke warga di sejumlah wilayah terdampak kekeringan masih mengandalkan armada milik PDAM Tirta Moedal dan bantuan program CSR dari pihak swasta.
“BPBD belum punya armada tangki air bersih sendiri, sehingga kita saat melakukan pengiriman masih menggantungkan pihak luar, yaitu PDAM. Memang seperti itu kenyataannya, dan harapannya ke depan bisa punya sendiri. Namun, selama masih bisa melayani masyarakat agar tetap terpenuhi kita bersyukur,” ujarnya, Selasa (3/9/2024).
Menurut Endro, ketersediaan armada truk tangki air ini menjadi vital saat pendistribusian air bersih ke warga terdampak musim kemarau maupun untuk kebutuhan emergency atau kebutuhan mendesak di wilayah bencana, seperti tanah longsor dan banjir. Meski selama ini, masih bisa ditangani oleh armada milik PDAM Tirta Moedal dan pihak swasta yang selalu ikut membantu upaya penanganan untuk pendistribusian air bersih ke warga.
Sebelumnya, Direktur Umum PDAM Tirta Moedal, Farchan Hilmie menambahkan, pihaknya mendukung dan siap bersinergi dengan BPBD Kota Semarang untuk droping air bersih ke masyarakat saat mengalami kekeringan. Sehingga masyarakat tidak kesulitan untuk mengakses air bersih saat menghadapi musim kemarau yang ekstrem sekalipun.
“Jika dibutuhkan untuk droping ke warga kami siap melaksanakan, baik itu untuk bencana kekeringan ataupun sifatnya emergency. Bahkan, saat kejadian kebakaran di TPA Jatibarang beberapa waktu lalu, kami support selama 24 jam, mengoperasionalkan truk tangki air untuk upaya penanganan pemadaman kebakaran,” katanya. (HS-06)