in

Gandeng Bank Mandiri dan BCA, Trans Semarang Tambah Akses Pembayaran Non Tunai

Kegiatan penandatangan kerjasama dengan Bank Mandiri dan Bank BCA bertempat di Kantor Trans Semarang, baru- baru ini.

HALO SEMARANG – Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang, kini menambah dua bank baru untuk transaksi pembayaran non tunai menggunakan e-money di layanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang. Yakni Bank Mandiri dan Bank BCA.

Sebelumnya pembayaran non tunai menggunakan e-money hanya bisa dilakukan dua bank, yakni BRI dan BNI.

Adapun acara penandatangan kerjasama dengan Bank BCA dan Bank Mandiri dilakukan di Kantor Trans Semarang, baru-baru ini.

Kepala BLU Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto menjelaskan, pihaknya menggandeng bank lain agar masyarakat lebih mudah melakukan pembayaran tiket Trans Semarang untuk transaksi non tunai.

“Yang sebelumnya hanya memakai dua bank, namun saat ini bisa empat bank,” katanya, Selasa (3/9/2024).

Haris juga menjelaskan, dengan adanya perluasan pembayaran non tunai, pihak Trans Semarang berusaha untuk mengalihkan pembayaran tunai ke digital. Selain itu untuk lebih memudahkan masyarakat dalam melakukan pembelian tiket.

“Kita sedang berusaha mengalihkan ke non tunai. Selain dengan empat bank ini, sebelumnya pembayaran juga bisa menggunakan Qris ataupun Gopay,” imbuhnya.

Adapun pihaknya mengaku masih melakukan kajian jika pembayaran dialihkan ke non tunai. Apalagi saat ini jumlah pembayaran non tunai setiap harinya hanya diangka 10 sampai 12 persen.

Yang pasti, dengan adanya berbagai pilihan pembayaran non tunai, diharapkan jumlahnya akan mengalami peningkatan.

“Karena masyarakat masih nyaman dengan pembayaran tunai, kita ingin ubah itu, karena non tunai lebih cepat dan tentunya aman,” ujarnya.

Trans Semarang, kata dia, juga sedang berusaha mengubah kebiasaan masyarakat agar bisa beralih naik bus dan tidak lagi menggunakan kendaraan pribadi.

“Kita juga ingin ubah mindset tranportasi pribadi ke massal, salah satunya dengan memberikan berbagai kemudahan di sistem pembayaran,” pungkasnya.

Sementara itu, Co Founder PT. Nusantara Global Inovasi (NGI), Dody Andiawan menjelaskan, pihaknya sebagai penyedia alat pencatat non tunai, akan melakukan update secara sistem agar bisa menerima pembayaran dari Mandiri dan BCA.

“Alat kita nanti akan kita update secara sistem, agar bisa memperluas jenis pembayaran. Sebelumnya kan hanya bisa dua bank, untuk menggunakan e-money,” papar dia.

Dody menambahkan, saat ini pihaknya telah menyediakan 250 mesin EDC di setiap bus atau armada Trans Semarang. (HS-06)

BPBD Kota Semarang Berharap Miliki Armada Tangki Air Sendiri

Kemunculan Benny Karnadi di Kantor Bawaslu Kendal jadi Tanda Tanya, Ada Apa?