HALO SEMARANG – Hingga 31 Juli 2024, realisasi penyaluran program Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jawa Tengah mencapai sebesar Rp 29,22 triliun. Atau tumbuh sebesar 31,23 persen (year on year/yoy) yang didominasi pada sektor perdagangan besar dan eceran dengan nilai penyaluran sebesar Rp 14,9 persen. Lalu untuk bidang pertanian, industri pengolahan dan usaha lainnya.
Hal itu disampaikan Kanwil DJPb Jawa Tengah, Muhdi saat Rapat Alco Regional Jawa Tengah periode sampai dengan 31 Juli 2024 pada Rabu (21/8/2024).
Sedangkan untuk realisasi penyaluran kredit Ultra Mikro (UMi) mencapai Rp 799,82 miliar. Atau tumbuh 5,35 persen (yoy) yang juga didominsi sektor perdagangan besar dan eceran dengan nilai penyaluran mencapai Rp 61,76 miliar.
“Adapun daerah penyaluran KUR terbanyak yakni di Kabupaten Pati sebesar Rp 1,73 triliun, dan terkecil di Kota Magelang sebesar Rp 76,47 miliar. Sementara untuk penyaluran UMi terbanyak di Kabupaten Brebes sebesar Rp 61,76 miliar dan terkecil di Kota Magelang sebesar Rp 2 miliar,” jelasnya.
Dikatakan Muhdi, penyaluran program KUR dan UMi ini, sebagai upaya pemerintah untuk mendorong belanja negara agar mampu meningkatkan produktivitas yang dilakukan melalui subsidi bunga pembiayaan untuk meningkatkan daya saing UMKM. Sehingga diharapkan nantinya mereka bisa meningkatkan ke skala usaha yang lebih besar.
Dalam rapat Alco regional Jawa Tengah periode sampai dengan 31 Juli 2024 juga dihadiri diantaranya Kanwil DJKN Jateng dan DIY Tri Wahyuningsoh Retno Mulyani, Kepala Kanwil DJP Jateng I Max Darmawan, dan perwakilan dari Kanwil DJP Jateng II serta Kanwil DJBC Jateng dan DIY. (HS-06)