HALO SEMARANG – Peristiwa penembakan yang terjadi pada rapat umum kampanye Donald Trump di Butler, Pennsylvania, sekitar 30 mil (50 km) utara Pittsburgh, Sabtu (13/7/2024) waktu setempat, memicu reaksi para pemimpin negara-negara di berbagai belahan dunia.
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pun, dalam unggahannya pada akun X @jokowi, menyatakan merasa terkejut dan mengutuk serangan tersebut.
“I am deeply shocked and saddened with the shooting against former President Donald Trump today. All forms of violence have no place in democracy around the world. My thoughts and prayers for his speedy and full recovery and for all those affected by the attack,” demikian unggahan Jokowi.
Ungkapan itu diikuti terjemahan di bawahnya. “Saya terkejut dan sedih atas kejadian penembakan terhadap mantan Presiden Donald Trump hari ini. Segala bentuk kekerasan tidak dapat dibenarkan di dalam kehidupan berdemokrasi di seluruh dunia. Doa saya bagi kesembuhannya dan semua orang yang menjadi korban pada insiden ini,” kata Jokowi.
Selain Jokowi, sejumlah pemimpin negara-negara lain juga menyampaikan ungkapan serupa.
Sama dengan Jokowi, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, juga mengatakan bahwa penembakan tersebut membuatnya terkejut.
Adapun Perdana Menteri Inggris, Kier Starmer, juga mengungkapkan bahwa dia terkejut dengan pemandangan yang mengejutkan itu.
“Kekerasan politik dalam bentuk apa pun tidak memiliki tempat di masyarakat kita dan pikiran saya bersama semua korban serangan ini,” kata dia.
Juru bicara Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, juga mengutuk penembakan tersebut dan menyebutnya sebagai “tindakan kekerasan politik”.
Demikian pula Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, yang mengajak semua pihak menentang segala bentuk kekerasan yang menantang demokrasi.
“Kita harus berdiri teguh melawan segala bentuk kekerasan yang menantang demokrasi,” kata dia.
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan bahwa penembakan tersebut “memprihatinkan dan bertentangan.”
Adapun Justin Trudeau, Perdana Menteri Kanada, mengatakan bahwa hal itu membuatnya “muak.” Trudeau dengan tegas menyatakan kekerasan politik tidak pernah dapat diterima.
Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban, yang bertemu Trump minggu ini, ketika mengunjungi AS untuk menghadiri KTT NATO, mengatakan bahwa doanya menyertai mantan presiden tersebut “di saat-saat gelap ini.”
Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menyebut penembakan tersebut tidak dapat diterima dan juga mendesak pihak-pihak lain untuk mengutuknya.
“Serangan terhadap mantan Presiden Donald Trump harus ditolak dengan keras oleh semua pembela demokrasi, dan dialog dalam politik. Apa yang kita lihat hari ini tidak dapat diterima,” kata pemimpin Brasil itu dengan tegas.
Perdana Menteri India Narendra Modi menyebut Trump sebagai seorang teman dan mendoakannya agar cepat sembuh.
“Mengutuk keras insiden tersebut. Kekerasan tidak memiliki tempat dalam politik dan demokrasi,” kata dia.
Sementara itu Federal Bureau of Investigation (FBI), dalam akun resminya menyatakan Personel FBI berada di lokasi kejadian di Butler, Pennsylvania, dan FBI akan terus bekerja sama dengan Dinas Rahasia AS, seiring penyelidikan berlanjut. Dikaitkan dengan FBI
FBI telah mengidentifikasi pelaku penembakan pada kampanye Trump tersebut adalah Thomas Matthew Crooks (20).
Jaksa Agung Merrick B. Garland, seperti dirilis justice.gov, mengatakan FBI, ATF, Kantor Kejaksaan AS untuk Distrik Barat Pennsylvania, dan Divisi Keamanan Nasional Departemen tersebut, saat ini bekerja sama dengan Dinas Rahasia serta mitra penegakan hukum negara bagian dan lokal di Butler, Pennsylvania.
“Hati saya bersama mantan Presiden, mereka yang terluka, dan keluarga penonton yang tewas dalam serangan mengerikan ini,” kata Merrick B. Garland.
“Kami tidak akan mentolerir kekerasan dalam bentuk apa pun, dan kekerasan seperti ini merupakan serangan terhadap demokrasi kami. Departemen Kehakiman akan menggunakan semua sumber daya yang tersedia untuk melakukan penyelidikan ini,” sambungnya. (HS-08)