in

Bupati Blora dan Pengurus APTRI Evaluasi Pertemuan dengan Dirut Bulog dan Bibit Waluyo

Rapat pengurus APTRI Blora bersama Bupati Blora Arief Rohman, untuk mengevaluasi pertemuan dengan Bulog di Jakarta dan mantan Gubernur Jateng Bibit Waluyo, beberapa waktu lalu. (Foto : blorakab.go.id)

 

HALO BLORA – Bupati Blora Arief Rohman, mengundang pengurus Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Blora, baru-baru ini untuk mengevaluasi hasil audiensi dengan Dirut Bulog Bayu Krisnamurthi, mantan Dirut PT GMM Bulog, Rahmat Pambudy, dan Letjen TNI Purnawirawan Bibit Waluyo.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua APTRI Blora, Sunoto melaporkan secara rinci dan gamblang, mengenai berbagai respon positif baik dari Dirut Bulog, Mantan PT GMM Bulog, maupun dari Bibit Waluyo untuk bersedia ikut cawe-cawe menuntaskan persoalan yang menimpa PT GMM Bulog.

“Tentu saja apa yang kami lakukan sebagai upaya untuk membela, memperjuangkan dan menuntaskan peningkatan kesejahteraan para petani tebu di Blora,” kata Sunoto, seperti dirilis blorakab.go.id, Sabtu (6/7/2024).

Berkenaan dengan laporan dari pengurus APTRI, Bupati langsung proaktif melakukan komunikasi melalui gawai, kepada Dirut Bulog untuk menentukan hari dan tempat pertemuan bersejarah, bagi pemecahan persoalan tentang managemen PT GMM Bulog.

Dalam pertemuan dengan Bulog beberapa waktu lalu itu, diputuskan akan ada rapat paripurna penyelesian persoalan di PT GMM Bulog, Senin (8/7/2024) di Kantor Bulog pusat di Jakarta.

“Pengurus APTRI Blora ditugasi Bupati Blora, untuk melakukan koordinasi secara profesional kepada Bapak Bibit Waluyo dan Bapak Rahmat Pambudy, agar bisa rawuh atau datang dalam rapat akbar tersebut,” kata Sunoto.

Anton Sudibdyo, Sekretaris APTRI Blora menegaskan, akan bertemunya tokoh yang berkompeten diharapkan bisa mengurai dan menuntaskan terkait pengelolaan tebu di PT GMM dengan langkah konkrit dan bijaksana.

Sementara itu Agus Joko Susilo salah satu pengurus APTRI mengapresiasi positif langkah yang ditempuh Bupati Blora.

“Secara pribadi saya mengapresiasi positif, kagum dan memberi acungan jempol terhadap kegigihan Bupati Blora dalam memperjuangkan petani tebu,” kata dia.

Kemitraan

Sebelumnya, dalam pertemuan dengan Dirut Bulog Bayu Krisnamurthi, di Jalan Gatot Subroto Kav 49 Jakarta, Jumat 28 Juni 2024 silam, Ketua APTRI Kabupaten Blora Sunoto yang didampingi Bupati Blora Arief Rohman, menumpahkan unek-unek, terkait hubungan kemitraan petani dengan PT Gendhis Multi Manis (GMM) Bulog.

Dalam pertemuan di kantor Bulog itu, Ketua APTRI Blora, Sunoto mengungkapkan kemitraan petani tebu dengan PT GMM Bulog, belum sesuai harapan.

Ini berbeda dengan kondisi, saat Dirut PT GMM era Lie Kamajaya dan Dirut PT GMM Bulog zaman Rahmad Pambudi.

“Utamanya yang menyangkut upaya penyediaan bibit unggul bagi para petani tebu yang masak awal, tengah, dan akhir,” kata dia, seperti dirilis blorakab.go.id, baru-baru ini.

Sunoto juga mengharapkan adalah langkah terobosan, untuk agar petani bisa memperoleh pupuk yang mencukupi dan tepat waktu, sesuai masa pemeliharaan tebu.

Selain itu perlu ikhtiar untuk mengucurkan dana usaha tani tebu dari pihak perbankan, di mana pihak pabrik gula siap menjadi avalis  (penjamin).

“Termasuk berbagai kiprah dalam memperluas areal tebu di wilayah perhutanan,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu, sekretaris APTRI Anton Sudibdyo, menuturkan tentang memori masa lalu, saat acara seremonial akan dimulainya pembangunan pabrik gula Gendis Multi Manis (GMM) di Todanan Blora.

Ia mengingatkan dulu ketika pabrik gula GMM dibangun, saat itu Dirut hadir sebagai Wakil Menteri Perdagangan dan sosok seorang pemimpin asli Blora yang sukses.

“Beliau mengucapkan ke depan PG GMM akan memberi peningkatan kesejahteraan bagi para petani tebu dan akan berdampak positif terhadap terwujudnya Blora Kuncara,” kata Anton.

Namun setelah berjalannya waktu, sekarang kondisinya belum memberi kontribusi positif bagi peningkatan pendapatan petani tebu, bahkan sangat memprihatinkan.

Indikasinya masih banyak petani tebu yang menjual produksi tebunya keluar dari Kabupaten Blora.

Kinerja pencapaian rendemen rendah dan sering mesin pabrik gula mengalami kerusakan.

Anton sangat mengharapkan PG GMM Bulog dapat dikelola oleh orang-orang profesional dalam managemen pertebuan dan memiliki integritas dan kapabilitas yang mumpuni dan bisa membangun komunikasi yang ramah lingkungan dengan wong cilik / petani tebu.

Sebelum mengakhiri orasi Anton menyerahkan buku album kenangan kepada Dirut Bulog, saat peletakan batu pertama berdirinya Pabrik Gula GMM. Saat itu dia juga menyitir bait lagu dulu yang mengawali dan sekarang mengakhiri.

“Dengan harapan Bapak Bayu Krisnamurthi mampu menciptakan PT GMM Bulog menjadi pabrik gula yang dapat menjadi teladan dalam pengelolaan tebu di tingkat Nasional dan menjadikan petani tebu sejahtera,” ungkapnya.

Bambang Sulistya, selaku penasihat APTRI mengajukan tiga hal pesan yang didapatkan dari arus bawah.

“Pertama, budaya yang selama ini mulai diabaikan oleh pihak managemen PT GMM Bulog, agar dihidupkan kembali prosesi budaya yang biasanya dilakukan sebelum pabrik gula melaksanakan proses penggilingan tebu,” kata Bambang.

Tentu dengan harapan agar masyarakat terhibur dan proses giling berjalan lancar tidak mengalami gangguan kerusakan mesin giling.

Kedua, mohon agar para petani tebu bisa memperoleh Coporate Social Responsibility (CSR) dari PT GMM Bulog, berupa barang bersifat produktif yang mendukung keberhasilan dalam berusaha tani tebu, seperti alat tranportasi tebu, pengolahan lahan, dan alat pompa air.

Ketiga, guna menumbuhkan spirit baru bagi para petani tebu yang saat ini masih meninggalkan agunan sertifikat tanah untuk tunggakan kredit sebesar Rp3 miliar, agar mendapat solusi yang bijaksana dari Dirut Bulog, apalagi bisa diambil keputusan kebijakan pemutihan kredit.

Ikut dalam rombongan Bupati, Kepala Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora, Ngaliman serta Kabid DP4 drh Rosalia Dyah Erawati.

Turut mendampingi Dirut Bulog adalah Sekretaris Bulog Pusat, Arwakhudin Widiarso, Plt Dirut GMM Bulog/Direktur Keuangan dan SDM PTGMM Bulog dan mantan Direktur Utama PT GMM Bulog Ikhsan.

Sebelumnya, Bupati Blora menyampaikan ucapan terima kasih atas diterimanya rombongan sebagian pengurus APTRI, yang ingin memperoleh pencerahan, solusi dan kebijakan dari Dirut Bolog, terhadap berbagai persoalan dan permasalahan pertebuan.

Bupati sangat berharap agar kejayaan PT GMM Bulog yang pernah menjadi kiblat pertebuan di tingkat Nasional, kembali berjaya dan para petani tebu Blora bisa merasakan manisnya rasa gula serta meningkatnya kesejahteraan mereka.

Respon Positif

Sementara itu berbagai masukan para pengurus APTRI ternyata memperoleh respon positif dari Dirut Bulog.

Dia menginformasikan bahwa saat ini,  PTGMM Bulog perlu mendapatkan penanganan serius dan total, utamanya dengan pihak perbankan.

Dia menyatakan saat ini sedang mengupayakan solusinya, seraya berharap persoalan tersebut segera selasai.

Pihak Bulog siap mengantarkan pengurus APTRI ke pihak pabrikan untuk mendapatkan jatah pupuk sesuai kebutuhan petani tebu dan tepat waktu, serta siap memfasilitasi untuk berkujung ke tempat sumber pembibitan varietas bibit unggul tebu.

Berkaitan dengan dana untuk usaha tani tebu, dia menyanggupi akan mengkomunikasikan dan menghadirkan pihak perbankan untuk memberi fasilitas pendanaan.

Untuk kegiatan perluasan tebu di lahan hutan segera akan dihubungi dengan pihak Perhutani.

Secara terbuka, Krisna Murthi juga mengatakan bahwa bantuan CSR dari PT GMM Bulog belum dimungkinkan. Namun dia akan diupayakan akan dibantu dari CSR Bulog.

Pertemuan diakhiri dengan penyerahan buah tangan dari Bupati ke Dirut Bulog dan seusai foto bersama rombongan pengurus APTRI Blora mendapat pelayan istimewa dari Sekretaris Bulog.

Sedangkan kesan dari Ngaliman Kepala DP4 Blora bahwa audensi para pengurus APTRI ke Dirut Bulog perlu mendapatkan apresiasi positif dan sangat memberikan harapan yang menggemberikan bagi peningkatan kesejahteraan para petani di bumi Blora.

Bertemu Bibit

Dalam upaya memperjuangkan kepentingan para petani tebu, pengurus APTRI Kabupaten Blora juga bersilaturahmi dengan Letnan Jenderal TNI (Purn) H Bibit Waluyo.

Pertemuan berlangsung di kediaman mantan Gubernur Jawa Tengah itu, di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Rabu 3 Juli 2024 lalu.

Ketua APTRI Blora Sunoto mengatakan pengurus APTRI Blora, diterima Bibit Waluyo secara kekeluargaan, kehangatan dan kegembiraan.

“Kami diterima Bapak Bibit Waluto di Senjakala Village, sebuah kebun pertanian wisata milik beliau yang menawarkan pemandangan alam yang indah udara yang segar penuh kedamaian,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris APTRI Blora Anton Sudibdyo, membuka kembali lembaran masa lalu, dengan mengungkapkan bahwa Gendis Multi Manis (GMM) berdiri berkat perjuangan, dukungan, dan bantuan dari Bibit Waluyo.

“Sebagai catatan bersejarah selama beliau menjadi Gubernur Jateng telah melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Blora sebanyak 17 kali. Mungkin itu bentuk perhatian yang istiwewa yang diberikan oleh Bapak Bibit kepada masyarakat Blora utamanya kepada para petani dalam upaya mendongkrak kesejahteraan mereka,” kata Anton Sudibyo.

Bahkan Bibit Waluyo juga memberi bantuan ribuan sumur usaha tani, untuk mewujudkan swasembada pangan di Blora, kala itu.

Di samping itu, Anton juga mengajukan permohonan petunjuk serta saran, berkaitan dengan realita saat ini terhadap nasib para petani tebu di Kabupaten Blora beserta kinerja pengelolaan pabrik gula GMM Bulog yang merupakan salah satu karya nyata dari Bibit Waluyo saat menjadi Gubernur Jawa Tengah.

Sunoto, ketua APTRI Blora menambahkan, dirinya sangat mengagumi sosok pemimpin seperti yang pernah diamalkan oleh Bibit Waluyo yang prasojo, tegas, tidak basa-basi, tanpa tedeng aling-aling, ceplas-ceplos dan peduli dengan wong cilik, sampai sampai saat ini spirit yang yang selalu diucapkan oleh Bibit Waluyo dalam setiap memberikan sambutan.

“Keringatku untuk rakyatku, Bhaktiku prestasiku menjadi pemicu semangat untuk bekerja keras bagi masyarakat pedesaan dengan semboyan bali deso mbangun desa,” ucapnya.

Sementara itu Bambang Sulistya, penasehat APTRI Blora yang juga mantan Sekda Blora menyampaikan kenangan dan berbagai wejangan selalu digelorakan oleh Bibit Waluyo tentang kepemimpinan kepada para pejabat birokrasi.

“Jadilah pemimpin sebagai komandan, sebagai guru,sebagai bapak,sebagai pelatih dan sebagai sahabat.Ungkapan tersebut mungkin bisa dijadikan inspirasi dan motivasi bagi para pemimpin saat ini. Secara geguyon saya juga memberikan predikat bapak Bibit Waluyo sebagai figur pemimpin yang berhak menyandang gelar LBJ (Loyal,Berani dan Jujur),” tambahnya.

“Mudah mudahan bapak Bibit Waluyo masih diberi amanah untuk berkarya nyata saat di era kepemimpinan Bapak Prabowo – Gibran,” harapnya.

Atas kunjungan dari para pengurus APTRI Kabupaten Blora, Bibit Waluyo mengatakan merasa bahagia dan tersanjung serta kembali mengingatkan kenangan indah tentang berbagai kiprah dan perjuangan selama diberi amanah sebagai Lurahnya orang Jawa Tengah.

Ia siap tenaga dan pikiran untuk diwakafkan demi kemajuan dan kesejahteraan rakyat. Bersedia untuk ikut memberi kontribusi positif dan bantuan moral untuk memberi solusi terhadap permasalahan dan mismanagemen yang terjadi di PT GMM Bulog Blora.

Bibit Waluyo memberi petuah khusus kepada pengurus APTRI Blora agar dalam membela dan memperjuangkan para petani jangan mendahulukan pamrih pribadi.

“Gelorakan terus dalam berjuang kepada wong cilik dengan sesanti, sepi ing pamrih tebih ing ajrih dan sepi ing pamrih rame ing gawe. Jaga kekeluargaan, kerukunan dan kekompakan. Tanamkan terus semangat pengabdian kepada masyarakat jangan pernah berhenti untuk berbuat baik, menyerah apalagi putus asa untuk mewujudkan cita-cita mulia,” pesannya. (HS-08)

Bupati Purworejo Serahkan Bantuan untuk Kube di 12 Kecamatan

Meriah, Festival Candra Benawa Getas di Blora