HALO SPORT – Islam Makhachev perlu mengasah jurus striking (tendangan dan pukulan) jika ingin lebih mematikan di atas oktagon.
Hal itu dikemukakan Magomed Bagandov, mantan petarung Bellator FC yang kini menjadi pelatihnya.
Menurut Bagandov, jurus striking juara kelas ringan Ultimate Fighting Championship (UFC) itu masih menyisakan kelemahan.
Dalam duel terakhir kontra Dustin Poirier, Makhachev mampu meladeni lawan beradu pukulan dan tendangan.
Namun, Poirier kalah melalui kuncian, bukan pukulan atau tendangan.
Bagandov, juru latih dari Sasana Abdulmanap Nurmagomedov, menilai ada yang kurang dari aksi jagoannya itu.
Islam masih kurang berani bertarung terbuka dan terlalu berhati-hati.
’’Kami banyak membahas soal Islam bersama dengan tim. Saya bilang padanya untuk lebih terbuka,’’ ungkap Bagandov seperti dilansir dari Sport-Express.
Kepada Magomed, Makhachev mengaku kurang pede dengan jurus striking-nya.
’’Setelah menghadapi Poirier, saya membuatkan catatan untuk Islam soal kesalahan-kesalahannya. Jika dia lebih bertarung terbuka dan percaya pada jurus duel atasnya, lawan bakal kerepotan,’’ paparnya.
Bagandov berharap Makhachev lebih mengandalkan tendangan dan pukulan pada laga berikutnya.
Dia tak lupa memuji kekuatan fisik anak didiknya itu.
Dalam partai selanjutnya Makhachev berpeluang besar jumpa rival lamanya, Arman Tsarukyan.
Tsarukyan pernah dikalahkan rekan seperguruan Khabib Nurmagomedov itu pada 2019.
Ada dua opsi bagi Islam, melawan Arman atau naik ke kelas welter. (HS-06)