HALO BOYOLALI – Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Boyolali, menggelar Pentas Ketoprak Wahyu Manunggal, untuk menyosialisasikan program Gempur Rokok Ilegal.
Pentas Ketoprak dengan cerita Wijaya Ngradu dalam rangka peringatan Hari Jadi Ke-177 Kabupaten Boyolali tersebut, dilaksanakan di Alun-alun Pancasila, Kecamatan Cepogo, akhir pekan lalu.
Kepala Disporapar Kabupaten Boyolali, Budi Prasetyaningsih, seperti dirilis boyolali.go.id, mengatakan selain untuk menyosialisasikan pemberantasan rokok ilegal, acara ini bertujuan memberikan hiburan kepada masyarakat.
Masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam memberantas rokok ilegal, dengan cara menolak peredarannya.
“Kegiatan ini juga untuk menarik kunjungan wisatawan dengan pentas kesenian daerah, nguri-uri kebudayaan jawi, serta memberi ruang dan waktu bagi seniman khususnya seniman ketoprak,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Boyolali M Said Hidayat, mengatakan adanya pentas ketoprak ini merupakan wujud membangun Kabupaten Boyolali tanpa melupakan budaya lokal.
“Ayo bangun Boyolali bebarengan, jaga semangat persatuan dan kesatuan, lan sing penting ojo lali budayane (dan yang penting jangan lupa budayanya).” pesannya.
Usai dibuka secara resmi oleh Bupati Said, acara dilanjutkan dengan Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal oleh petugas dari bea cukai dan Pentas Ketoprak Wahyu Manunggal dengan cerita Wijaya Ngradu.
Di CFD
Selain dengan menggelar kethoprak, sosialisasi gempur rokok ilegal juga dilaksanakan Pemkab Boyolali di Car Free Day (CFD).
Dalam acara yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Boyolali bersama Bea Cukai Surakarta di bagian barat Monumen Susu Murni Kabupaten Boyolali, Minggu (09/06/2024) ini, Kepala Diskominfo Boyolali, Bony Facio Bandung menjelaskan bahwa jajarannya memiliki peran untuk menyebarkan informasi ke masyarakat, melalui berbagai media cetak maupun non cetak.
“Karena memang tugas kita sebagai corong dari pemerintah untuk mensosialisasikan ke masyarakat, bagaimana bahaya rokok ilegal,” terangnya.
Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati (Wabup) Boyolali, Wahyu Irawan beserta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Boyolali. Wabup yang kerap disapa Iwan berharap, melalui sosialisasi ini masyarakat dapat sadar bahaya rokok ilegal, dan manfaat cukai rokok legal yang digunakan untuk pembangunan.
“Cukai dari rokok yang legal bisa digunakan untuk pembangunan. Di Boyolali sudah dialokasikan untuk pembangunan, bukan hanya infrastruktur tetapi juga untuk pendidikan, kesehatan dan lainnya,” jelas Wabup Iwan.
Sementara itu, Pelaksana Pemeriksa Bea Cukai Surakarta, Muhammad Irsyad Santoso bahwa terdapat poin poin penting yang dia tekankan saat sosialisasi bertema Gempur Rokok Ilegal.
“Kami menyosialisasikan tentang ciri ciri rokok ilegal. Karena masih banyak di kalangan masyarakat terutama masyarakat di perbatasan kabupaten yang masih ada peredaran rokok ilegal,” katanya.
Dia menjelaskan terkait dengan cukai yang berupa barang barang tertentu yang memiliki karakteristik tertentu.
Sehingga perlu pengendalian konsumsi, peredaran perlu diawasi, agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat ataupun lingkungan. Barang barang kena cukai ada hasil tembakau, etil alkohol, minuman yang mengandung etil alkohol atau miras.
Dia mencontohkan rokok sebagai barang hasil tembakau dan juga menjabarkan ciri ciri rokok ilegal.
“Tentunya memberikan informasi ke masyarakat sehingga masyarakat Kabupaten Boyolali dapat teredukasi tentang bahaya rokok ilegal. Dan diharapkan masyarakat dapat menyebarluaskan terkait rokok ilegal,” terangnya.
Untuk menarik perhatian, panitia menyiapkan sejumlah kegiatan menarik. Seperti olahraga Zumba, pembagian hadiah, serta penampilan penyanyi yang siap menghibur pengunjung. (HS-08)