in ,

Begini Langkah Pemkot Semarang Antisipasi Kekurangan Stok Komoditas Kebutuhan Bahan Pangan

HALO SEMARANG – Guna mencukupi kebutuhan bahan pangan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha 2024, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mulai melakukan langkah antisipasi. Salah satunya dengan mendata dan berupaya memenuhi ketersediaan atau stok kebutuhan bahan pangan yang kemungkinan akan mengalami kelangkaan dan kenaikan harga sehingga memicu terjadinya inflasi.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, kalau untuk ketersediaan bahan pangan seperti stok beras di Kota Semarang kondisinya aman sampai lima bulan kedepan.

“Lalu komoditas lain, seperti cabai dan bawang merah, bawang putih perlu segera dipenuhi. Terutama untuk cabai yang stoknya hanya untuk lima hari kedepan, jangan sampai terjadi kekosongan stok dan memicu kenaikan harga di pasaran,” ujarnya, usai menghadiri kegiatan Rilis Inflasi bulan Mei dan Mitigasi Pengendalian Inflasi di ruang Lokakrida Gedung Moch Ikhsan Balaikota Semarang, Kamis (6/6/2024).

Dikatakan Mbak Ita, sapaan akrabnya, bahwa kenaikan harga beras beberapa waktu lalu menjadi salah satu pemicu inflasi. Kemarin sempat naik harga beras yang jadi pemicu inflasi, sekarang sudah turun dengan adanya intervensi dari pemerintah yang menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke pasaran.

“Sedangkan untuk ketersediaan cabai, bawang merah saya minta Dinas bisa bersinergi untuk segera memenuhinya. Apalagi saat ini mendekati Hari Raya Idul Adha, bahkan, jika di pasaran tidak ada stok, ataupun harganya yang tinggi, Pemkot berupaya memberikan subsidi bahan pangan agar harga tetap terjaga,” katanya.

Namun yang lebih utama, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) diminta untuk segera melakukan inventarisir lahan yang bisa dipakai sebagai lahan produksi komoditas bahan pangan strategis.

“Sehingga stok dari komoditas cabai, bawang merah dan selada bisa tercukupi di pasaran. Nantinya bisa melibatkan masyarakat yang mau menanam di lahan tersebut, dan akan diberikan insentif,” imbuhnya

Sementara, Pimpinan Perum Bulog Cabang Semarang, Rendy Ardiansyah mengatakan, bahwa stok beras sampai saat ini di Kota Semarang mencapai total sekitar 22 ribu ton. Terdiri atas beras komersial 3.770,05 ton, dan beras CBP 18.246,42.

“Kami juga menyerap beras dari petani lokal sekitarnya dengan total sebanyak 14.700 ton yakni Demak, Grobogan, Kabupaten Ungaran. Terdiri atas beras PSO 8.600 ton, dan 6.100 ton beras Premium. Lalu, untuk penyaluran beras SPHP ke masyarakat total mencapai 1.800 ton, yang disalurkan ke pasar tradisional dan pasar modern di Kota Semarang,” pungkasnya. (HS-06)

 

Tingkatkan Tata Kelola Keuangan Desa, PMD Blora dan Bank Jateng Gelar Bimtek Siskeudes-Link di 16 Kecamatan

Tanggapan Cak Imin Soal MA Setujui Gugatan Batas Usia Kepala Daerah