HALO SURAKARTA – Unit K9 Satuan Samapta Polresta Surakarta, rutin merawat anjing pelacak, untuk menjaga kesehatan hewan-hewan ini.
Seperti yang dilakukan Jumat pagi, (19/04/2024), di mana anjing peliharaan Unit K9 dimandikan dan diberikan makanan rutin.
Mereka dimandikan dengan shampo khusus untuk mencegah adanya kutu dan serangan penyakit kulit yang dapat mengganggu kesehatan anjing.
Berikutnya dilakukan penjemuran dan pelatihan otot-otot untuk menjaga kelincahan anjing pelacak.
Tidak hanya itu. Pembersihan kandang juga dilakukan rutin setiap hari, agar lingkungan tempat tinggal anjing senantiasa bersih.
Menurut Kasat Samapta Kompol Arfian Riski Dwi Wibowo, mewakili Kapolresta Surakarta, mengatakan bahwa perawatan rutin anjing pelacak ini dilakukan setiap hari. Terutama pemberian makan yang dilakukan pagi dan sore.
“Perawatan ini sangat penting untuk menunjang kesehatan anjing pelacak. Agar saat ada tugas-tugas yang mendadak, mereka sudah siap,” ujarnya, seperti dirilis humas.polri.go.id.
Elemen Kunci
Untuk diketahui, keberadaan para anjing pelacak yang tergabung dalam K9, bagi polisi di berbagai belahan dunia sangat penting.
Seperti yang dilakukan Polda Lampung, 3 Maret – 12 Maret 2024 lalu, ketika menggelar operasi Seaport Interdiction, untuk penegakan hukum terhadap peredaran narkotika.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Umi Fadillah Astutik, mengatakan Operasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk personel Ditipid Narkoba Bareskrim, Dit Narkoba Polda Lampung, Sat Narkoba Polres Lampung Selatan, dan KSKP Bakauheni.
“Salah satu elemen kunci dalam operasi ini adalah tim K-9 Narkotik Korps Sabhara Baharkam Polri, yang terdiri dari 14 personel dan 6 ekor anjing pelacak narkotika,” kata Kabid Humas.
Umi menjelaskan, K-9 yang terdiri dari anjing german shepherd, belgian malinois, dan labrador, dilengkapi dengan kemampuan penciuman yang luar biasa, mencapai 600 juta reseptor.
“Mereka dikendalikan oleh pawang terlatih dan dilindungi oleh personel yang telah bersertifikasi pawang K-9 serta lulusan pelatihan DS ATTA di Amerika Serikat,” ungkap Umi.
Sasaran operasi ini adalah kendaraan yang melintas menuju penyeberangan kapal feri di pelabuhan Bakauheni.
Tim K-9 melakukan pencarian di kendaraan, barang bawaan, dan orang, dengan menggunakan tanda-tanda perilaku khusus ketika mendeteksi adanya narkotika.
Kabid Humas mengungkapkan bahwa, meski operasi ini dilanda beberapa kendala seperti angin kencang, asap knalpot, dan bau menyengat dari barang bawaan, tim K-9 tetap berhasil mengungkap sejumlah besar barang bukti.
“Hasilnya, berhasil diamankan sabu-sabu seberat 80.000 gram, ekstasi sebanyak 1006 butir, dan ganja seberat 2309 gram, dengan delapan orang tersangka berhasil ditangkap,” ujar Kabid Humas.
Dalam operasi Seaport Interdiction di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Umi Fadillah Astutik, menegaskan bahwa kerja keras dan ketangguhan tim K-9 sangat berperan dalam keberhasilan pengungkapan kasus tipidnarkoba.
“Operasi ini adalah bukti nyata kolaborasi yang efektif antara berbagai pihak dalam upaya memberantas peredaran narkotika. Kami akan terus meningkatkan upaya penegakan hukum demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dari ancaman narkotika,” kata dia. (HS-08)