in

Tingkatkan PAD, Bapenda Kendal Bakal Berlakukan Pembayaran Digital di Sektor Pariwisata

Rapat koordinasi persiapan pemberlakuan pembayaran digital di sektor pariwisata, di kantor Bapenda Kendal, Jumat (19/4/2024).

HALO KENDAL – Dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) segera menerapkan pembayaran digital dengan e-Ticketing di sektor pariwisata yang ada di Kendal.

Untuk pilot project, e-Ticketing yang merangkul Bank Jateng tersebut akan mulai diterapkan di Daya Tarik Wisata (DTW) Wisata Air Kalikesek Limbangan dan Pantai Ngebum Kaliwungu.

Kepala Bapenda Kendal, Abdul Wahab mengatakan, digitalisasi juga akan diterapkan di sektor-sektor lainnya, sebagai upaya transparansi dan meningkatkan PAD Kendal.

“Diharapkan indeks digital Kabupaten Kendal akan mengalami peningkatan. Kemudian melalui sistem pembayaran secara elektronik ini, diharapkan semakin transparan terkait pendapatan retribusi maupun pajak daerah. Selain itu, dapat diketahui jumlah pengunjung objek wisata yang ada di Kabupaten Kendal,” jelas Wahab dalam rapat koordinasi bersama Disporapar, Bank Jateng dan pelaku wisata, di Kantor Bapenda Kendal, Jumat (19/4/2024).

Dijelaskan, sistem digital bertujuan juga untuk mendorong penggunaan transaksi yang sebelumnya tunai beralih ke transaksi non tunai dengan kanal QRis, atau metode pembayaran non tunai (cashless). Sehingga pengunjung hanya cukup menggunakan ponsel pintarnya dalam melakukan transaksi.

“Dengan adanya pelayanan ini, saya minta dukungan penuh dari masyarakat, karena sasaran utamanya adalah masyarakat. Harapan ke depannya, dengan sistem digital ini juga akan diterapkan di objek wisata, restoran, rumah makan dan lain sebagainya,” jelas Wahab.

Sementara itu, Kabid Pariwisata Disporapar Kendal, Ahmad Syahrul Falah mengaku pihaknya mendukung adanya upaya digitalisasi di objek wisata yang ada di Kendal.

Menurutnya, digitalisasi loket masuk objek wisata sudah dimulai dari DTW Kolam Renang Boja menggunakan e-tiket. Meski demikian hingga saat ini, masih melayani pembayaran secara manual maupun elektronik.

“Adalah komitmen kami untuk menggabungkan konsep kemudahan teknologi dan wisata dalam satu langkah mudah dalam memberikan kemudahan kepada masyarakat. Sehingga pelanggan dari mana saja bisa membeli tiket wisata dengan mudah cukup dengan ponsel pintarnya,” ungkap Syahrul.

Kepala Unit Wisata Bumdes Moro Berkah,
Irwan Yudi Prayitno mengatakan, wisata Pantai Ngebum Kaliwungu siap menerapkan pembayaran tiket masuk dengan sistem QRis. Meski begitu, untuk pembayaran tiket masuk dengan sistem manual tetap diterapkan, karena tidak semua pengunjung bisa menggunakan fasilitas QRis.

“Nantinya, pengunjung wisata Pantai Ngebum bisa menggunakan sistem QRis dan sistem manual, tergantung masing-masing pengunjung,” katanya.

Sedangkan, Sekretaris Unit Wisata Bumdes Sriwulan, Arik Annas Ma’ruf mengatakan, pembayaran dengan sistem sistem QRis justru akan memudahkan bagi petugas penjaga loket masuk.

Pasalnya, petugas tidak perlu lagi mencari uang pengembalian tiket, jika pengunjung tidak membayar dengan uang pas.

“Kadang kami kerepotan ketika harus mencari uang kembalian. Nah dengan adanya pembayaran digitalisasi dengan sistem QRis ini, tidak perlu lagi ada untuk pengembalian dalam pembayaran,” katanya. (HS-06)

 

Jaga Kesehatan Anjing Pelacak, Unit K9 Polresta Surakarta Rutin Lakukan Perawatan

Wow, Wisata Kalikesek Limbangan Kendal Bagikan THR Rp 500 Ribu Per KK