in

Tiga Bangunan Ambrol Terkikis Aliran Sungai di Gayamsari Semarang, Belasan Rumah Juga Terancam

HALO SEMARANG – Tiga bangunan yang berada di RT 5 RW 2, Kelurahan Pandean Lamper, Kecamatan Gayamsari Kota Semarang ambrol terkikis aliran sungai Banjir Kanal Timur pada Kamis (14/3/2024) dini hari. Belasan rumah yang berjejer juga terancam ambrol.

Ketiga bangunan itu yakni rumah milik Sri Surantini (46), Posyandu dan warung. Saat ditemui di lokasi pada Jumat (15/3), Sri mengatakan peristiwa itu terjadi ketika ia dalam kondisi sedang tidur. Ia kemudian terbangun setelah mendengar suara retakan.

Selain itu, tubuhnya juga merasakan suara getaran. Ada juga suara arus air yang cukup bergemuruh dari belakang rumah.

Sontak Sri bangun dari tidurnya setelah menyadari, aliran Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) di belakang rumahnya hampir meluap dan arusnya cukup kencang.

“Akhirnya saya dan anak-anak langsung mengevakuasi barang-barang. Perasaan saya rumah saya sudah tidak beres,” ujarnya

Tak berselang lama, di tengah arus deras tadi rumahnya amblas dan atap rumahnya ikut terjatuh menimpa berbagai barang yang ada di bawah. Sri dengan langkah sigap untungnya sanggup mengevakuasi semua barang sehingga tidak ada satupun yang hanyut.

Namun rumahnya tadi sudah amblas dan tidak bisa ditinggali. Setelah tinggal dengan nyaman sejak tahun 90-an, akhirnya Sri untuk sementaraa harus numpamg ke rumah tetangga.

“Sementara tinggal di rumah tetangga dulu sambil berharap adaa bantuan atau pengalihan tempat tinggal, mungkin harapannya di rusun,” paparnya

Sri saat ini belum selesai merapikan berbagai barang di lahan bekas rumahnya. Kejadian amblas itu mungkin sudah malam lalu, namun tampaknya tidak cukup satu hari baginya untuk mengemasi barang-barang sebanyak itu.

Sementara Anindita Surya, pengurus RT 3 di Kimar Semarang menuturkan jika di kampungnya tidak hanya rumah Sri saja yang terdampak tetapi beberapa rumah dan satu Rumah Posyandu.

“Semua rumah warga ini rata-rata berada di pinggiran sungai dan baru kali ini terjadi seperti ini,” terangnya.

Sebagai langkah bantuan dari pengurus RT, pihaknya sudah melapor ke Kelurahan dan sudah disaambangi.

“Namun untuk lanjutannya belum ada konfirmasi,” tambahnya.

Surya melanjutkan, warga yang rumahnya terdampak atau amblas karena aliran sungai ini untuk sementara mengungsi di tetatangga, bertahan sampai ada yang sudah mudik.

“Kami berharap ada bantuan perbaikan. Untuk posyandu akan direnov kembali rencananya,” imbuhnya. (HS-06)

Pemkot Semarang Dukung Pemanfaatan Teknologi Modifikasi Cuaca untuk Pencegahan Bencana

Pemprov Jateng Sudah Helat GPM 99 Kali, Omsetnya Capai Rp5,6 Miliar