HALO SEMARANG – Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang, Rabu (13/3/2024) memicu tanah longsor di RT 2 RW 5 Kelurahan Gondoriyo, Kecamatan Ngaliyan.
Polwan Polsek Ngaliyan, Aiptu Rita Indrasturi sebagai Polisi RW di wilayah tersebut, bersama Bhabinkamtibmas Aiptu Awaludin dan Babinsa, mendatangi lokasi bencana.
Tanah longsor yang tempat itu menimpa rumah Slamet Widodo, warga RT 2 RW 5 Kelurahan Gondoriyo Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang.
Tiba di lokasi, Kamis (14/3/2024) pukul 01.05 wib, Aiptu Rita Indrasturi langsung membantu evakuasi material longsor.
Aiptu Rita mengatakan tanah longsor tersebut terjadi karena hujan deras yang terus menerus mengguyur mengakibatkan tanah kebun yang berada di belakang rumah bapak slamet widodo longsor dan menimpa bagian dapur rumahnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 15 juta. Ujar Aiptu Rita
Sementara itu, di tempat terpisah, Kapolsek Ngaliyan, Kompol Indra Romantika Hamidianto memerintahkan bhabinkamtibmas dan personel Polsek Ngaliyan untuk melakukan pemantauan wilayah dan memonitor kemungkinan terjadinya bencana alam akibat curah hujan deras.
“Saya perintahkan seluruh personel untuk selalu siaga dan melakukan patroli di wilayah masing-masing. Segera laporkan jika ada kejadian bencana alam agar dapat segera ditindaklanjuti,” tegas Kompol Indra, seperti dirilis humas.polri.go.id.
Kapolsek Ngaliyan juga menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi bencana alam mengingat curah hujan masih sangat tinggi,
“Kami mengimbau kepada warga masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana alam baik banjir maupun tanah longsor, terutama saat musim hujan dengan intensitas yang tinggi seperti sekarang ini,” kata Kapolsek Ngaliyan.
Di Sendangmulyo
Sementara itu hujan deras yang melanda Kota Semarang, memicu longsor di Jl Melati Raya, Perumas Bukit Sendangmulyo, Kelurahan Sendang Mulyo. Kecamatan Tembalang.
Akibat peristiwa itu sebuah mobil ikut terseret dan beberapa rumah warga terancam tak bisa ditinggali lagi.
David Adi Susanto, pemilik mobil, kepada Halo Semarang menuturkan, pagi itu Kamis (14/3/2024) sekitar pukul 01.30 dini hari, dia dan keluarganya sedang beristirahat, ketika tiba-tiba terdengar suara dentuman keras.
“Duar……. Keras sekali dan disusul suara gemuruh. Saya pikir itu suara petir,” kata dia.
Tetapi sesaat kemudian dia mendapat pesan singkat dari tetangga, bahwa jalan depan rumahnya sudah longsor. Tak hanya itu, pilar kanopinya pun ikut patah.
Setelah dicek, ternyata tanah di bawah jalan sudah berongga. Saat itu dia berusaha menyelamatkan mobil, agar tidak ikut terperosok.
Namun terlambat, sebelum hal itu bisa dilaksanakan, mobil sudah ikut turun.
“Beruntung saat itu saya berhasil keluar dari mobil. Lalu menyelamatkan anak dan istri, dengan cara melompati pagar tetangga,’’ kata dia.
Selain anak dan istri, dia bersama para tetangga juga berhasil mengevakuasi 7 sepeda motor.
“Puji Tuhan, kami masih bisa menyelamatkan diri,” kata David.
Sementara itu sejumlah warga menuturkan, jalan yang longsor tersebut, dulu merupakan tanah uruk.(HS-08)