in

Permintaan Perempelan Pohon Meningkat, Lima Unit Mobil Skylift Disperkim Dipakai Non Stop

Petugas Disperkim Kota Semarang saat melakukan perempelan pohon menggunakan mobil skylift di Kampung Kali, baru-baru ini.

HALO SEMARANG – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang mengatakan permintaan masyarakat untuk melakukan penebangan pohon maupun perempelan menggunakan mobil skylift meningkat saat musim hujan seperti sekarang ini. Bahkan, warga harus mengantre untuk dilayani pemotongan pohon karena diprioritaskan untuk hal yang sangat penting dulu.

Kepala Disperkim Kota Semarang, Yudi Wibowo mengatakan, bahwa permintaan penebangan pohon sangat banyak sehingga harus bergantian. Pihaknya memprioritaskan penebangan pohon berdasarkan kepentingan yang dinilai lebih mendesak dulu.

“Mana yang lebih urgen kami eksekusi dulu. Pohon di kampung, jalan permukiman, kami antre-kan secara normatif, tapi di jalan-jalan besar yang butuh segera, kami eksekusi lebih cepat,” terang Yudi, Selasa (30/1/2024).

Dia menambahkan, Disperkim saat ini memiliki sebanyak lima unit armada mobil skylife untuk penebangan pohon. Diakuinya, armada itu dinilai masih kurang jika dibanding jumlah pohon di Semarang yang mencapai ribuan pohon.

Sehingga lima mobil tersebut tidak berhenti beroperasi menangani perempelan pohon setiap hari. Bahkan, pihaknya terpaksa memakai mobil operasional Penerangan Jalan Umum (PJU) untuk membantu perempelan pohon saat siang hari.

“Sehari gak pernah berhenti lima mobil. Apalagi permintaan warga banyak, memang jatahnya pohon yang kami rempel banyak,” katanya.

Jika anggaran memungkinkan, dirinya menginginkan ada mobil perempelan pohon di setiap kecamatan. Sehingga memudahkan perempelan terutama menjelang musim hujan. Terakhir, kata Yudi, Disperkim melakukan pengadaan satu unit mobil skylift pada 2023 lalu dengan anggaran Rp 1,2 miliar. Sedangkan pada 2024 ini tidak ada pengadaan mobil skylift.

“Kami ingin setiap kecamatan punya satu mobil. Jadi lebih enak terbagi. Jumlah pohon di kota tidak sama dengan Gunungpati, itu lokasinya jauh. Gunungpati, Mijen lebih banyak. Kalau diambilkan (armada-red) dari sini (balai kota) harus menempuh perjalanan satu jam. Dan pulangnya satu jam. Jadi, habis dua jam di jalan,” ujarnya.

Yudi berencana mengajukan izin pergeseran anggaran untuk digunakan pembelian skylift karena fungsinya yang sangat penting.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu terkait hal ini menilai, lima unit mobil skylift terbilang cukup untuk melakukan perempelan pohon. Perempelan bisa dibagi waktunya yaitu siang, sore dan malam.

“Perkim harus menyisir. Skylift lima, sudah cukup,” ujarnya.

Mbak Ita, sapaan akrabnya, juga meminta perempelan pohon dilakukan di pohon yang bisa membahayakan dan rawan tumbang saat musim hujan. Pemotongan pohon sebisa mungkin tidak di batang utamanya namun di dahan yang berpotensi tumbang.

“Potong -pohon jangan pokok batangnya, tapi yang nglawir-nglawir. Kami takutkan hujan deras, angin kencang rawan patah. Umpamanya ada yang keropos di foto dipotong. Ada dokumentasinya. Biar diganti dengan pohon yang baru,” pungkasnya. (HS-06)

Sukses Jalankan TJSL Berkelanjutan, Jasa Raharja Raih Dua Penghargaan Internasional

Rangkul Gen Z dan Milenial, Caleg Nanang Gelar Turnamen Game Playstation