in

Kecamatan Mranggen Rawan Bencana, BPBD Demak Ingatkan Waspada

Posko Relawan PB Angling Kusumo BPBD Kabupaten Demak, di Desa Banyumeneng, Kecamatan Mranggen. (Foto : demakkab.go.id)

 

HALO DEMAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, mengimbau berbagai pihak untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana alam banjir dan longsor di wilayah Kecamatan Mranggen.

Imbauan itu disampaikan Ketua Tagana BPBD Kabupaten Demak, Suprapto, ketika mewakili Kepala pelaksana BPBD Agus Nugroho, membuka Posko Relawan PB Angling Kusumo BPBD Kabupaten Demak, di Desa Banyumeneng, Kecamatan Mranggen, Minggu (17/12/23) malam.

Dia menyampaikan kesiapsiagaan menghadapi bencana merupakan langkah preventif, dalam mengantisipasi penaggulangan bencana alam yang telah di atur dalam Undang-undang.

Langkah tersebut harus mendapat dukungan dari semua pihak dan harus ada keterpaduan antara pemerintah, TNI, Polri dan seluruh lapisan masyarakat.

Menurut dia wilayah Kecamatan Mranggen sangat rawan bencana, terutama di seputaran Desa Banyumeneng, karena wilayah ini dilalui sungai yang cukup besar.

Debit air sungai yang mendapat aliran dari Ungaran Kabupaten Semarang itu, pada musim hujan dapat berubah menjadi besar, hingga meluap dan menyebabkan banjir.

Selain itu juga banyak terdapat perbukitan yang cukup rawan terjadi longsor saat hujan lebat.

“Untuk itu kita buka posko bencana alam di sini. Semoga musim penghujan di penghujung akhir tahun 2023 dan awal tahun 2024 nanti, tetap diberikan keselamatan dan tidak terjadi bencana alam,” ujarnya, seperti dirilis demakkab.go.id.

Sementara anggota Koramil 12/Mranggen, Serma Wahyu Hidayat, menambahkan bahwa Kabupaten Demak, secara geografis merupakan kawasan cekungan, sehingga sangat rawan banjir.

Dalam penanganan bencana alam, respon yang cepat antara sinergitas pemerintah dan masyarakat dalam penanganan bencana juga sangat diharapkan. Sehingga dapat berjalan cepat, tepat, efisien dan efektif.

Dirinya mengajak seluruh komponen masyarakat, untuk selalu siap siaga manakala debet air sungai di kawasan tersebut naik, untuk segera dilaporkan dan bersiap turun langsung ke lapangan apabila terjadi banjir. (HS-08)

Tingkat Kunjungan di Semarang Zoo Turun Sebesar 30 Persen

Nelayan Juwana Bagikan 120 Ton Ikan di Alun-alun Pati