HALO SRAGEN – Pemerintah Kabupaten Sragen berupaya memajukan perekonomian para pelaku usaha batik, dengan mendirikan Pusat Batik Sukowati Sragen, di eks Pasar Nglangon Sragen, sebagai sarana promosi dan pemasaran batik.
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, saat membuka Pusat Batik Sukowati Sragen itu mengatakan, pusat batik yang dibangun tiga lantai itu, dibangun atas bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin), sebesar Rp 15,7 miliar.
Tak hanya menjadi galeri, pusat batik itu juga dilengkapi fasilitas produksi, yang diharapkan dapat mampu membuka lapangan kerja
Dalam acara pembukaan, Kusdinar juga mengungkapkan rasa syukur, karena selama tiga tahun berturut-turut, Sragen mendapatkan kepercayaan alokasi dana dari Kementerian Perindustrian.
“Alhamdullilah selama tiga tahun berturut-turut Sragen mendapatkan kepercayaan alokasi dana dari Kementerian Perindustrian. Kita selalu berusaha mengemban tugas tersebut dengan amanah. Ayo kita sukseskan dan uri-uri Pusat Batik Sukowati ini,” ucapnya, seperti dirilis sragenkab.go.id.
Ke depan tahun 2024, pihaknya akan segera membangun Sragen Creative Hub yang akan di danai pula oleh Kementrian Perindustrian yang lokasinya berada di belakang Pusat Batik Sukowati.
“Tempat ini kami buat untuk warga Sragen. Tempat yang dahulu memliki citra negatif akan dibuat sebagai pusat kegiatan masyarakat. Dalam perkembangannya nanti wilayah ini sebagai sentra bisnis yang peruntukannya dalam tata ruang untuk berbagai jasa seperti perhotelan dan lainnya,” tutur Bupati.
Ia berharap Pembangunan Pusat Batik Sukowati menjadi cikal bakal pertumbuhan ekonomi yang lebih baik kedepannya dan meningkatkan produktivitas masyarakat Sragen.
“Selamat berbelanja karena Batik Sragen memang luar biasa. Harganya terjangkau namun kualitasnya sangat baik dan motifnya sangat keren. Yang kalau dikenakan akan mambuat percaya diri,” ungkapnya.
Untuk diketahui, Kabupaten Sragen merupakan salah satu pusat batik di Indonesia, yang kini terus diupayakan untuk berkembang.
Menurut data yang ada pada Pemkab Sragen, saat ini terdapat 136 perusahaan batik di wilayah itu.
Adapun hasil produksinya, didistribusikan ke berbagai wilayah untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan ekspor.
Karena itu demi mengembangkan batik di Sragen, Kusdinar Untung Yuni juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menguri-uri dan berbelanja batik.
Sementara itu dalam pembukaan, hadir mendampingi Bupati, Direktur Jenderal Industi Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Reni Yanita dan Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka, Riefky Yuswandi, Forkopimda Sragen, Sekda Sragen serta Kepala OPD Kabupaten Sragen.
Malam harinya, masyarakat Sragen khususnya warga sekitar dimanjakan dengan panggung hiburan musik ada The ASN Band, Hampir Disco dan penyanyi muda yang mengcover lagu dan trending di Youtube yakni Damara de asal Sleman Yogyakarta. (HS-08)