HALO KEBUMEN – Masyarakat di Kecamatan Ayah dan sekitarnya, kini sudah bisa memanfaatkan kembali Jembatan Tebo di Desa Candirenggo yang selama ini ambles akibat diterjang banjir besar pada 2022 lalu, kini sudah selesai diperbaiki, dan berfungsi kembali.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Pemerintah Kabupaten Kebumen mengucurkan dana lebih dari Rp 3,3 miliar untuk membangun kembali Jembatan Tebo.
“Jembatan Tebo ini, sebelumnya sempat rusak parah karena diterjang banjir pada 2022 lalu dan tidak bisa dilewati. Kita bersyukur alhamdulillah sekarang pembangunan jembatan sudah selesai, lalu lintas sudah kembali normal,” kata Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto dalam keterangan resminya, Minggu (10/12/2023), seperti dirilis kebumenkab.go.id.
Masyarakat sebelumnya bergotong-royong membangun jembatan kayu untuk sementara waktu.
Hal itu mereka lakukan karena jembatan Tebo merupakan penghubung utama dengan Kabupaten Cilacap.
“Jembatan ini juga menjadi penghubung menuju kawasan wisata Pantai Logending, Menganti dan sekitarnya. Jadi sangat vital sekali. Untuk melewati jembatan kayu tersebut, harus menggunakan sistem buka tutup. Sekarang sudah tidak lagi,” terangnya.
Kito, warga desa setempat menuturkan Jembatan Tebo mengalami ambles akibat banjir bandang tahun 2022 silam.
Lebih kurang dua tahun, masyarakat harus rela antre jika hendak melewati jembatan darurat tersebut.
Dengan terbangunnya jembatan ini masyarakat merasa bersyukur dan berterima kasih kepada Bupati Kebumen, yang telah mewujudkan harapan masyarakat dengan membangun kembali Jembatan Tebo.
“Alhamdulillah bersyukur sudah jadi, dan bisa dilewati, apalagi sekarang sudah memasuki musim penghujan, kalau sampai belum jadi, terus banjir lagi kan repot, bisa porak poranda lagi,” kata dia.
Seperti diketahui pembangunan Jembatan Tebo termasuk salah satu 10 proyek strategis yang digarap Pemerintah Daerah pada 2023. Masa Pemeliharaan selama 270 atau sampai dengan 31 Agustus 2024. (HS-08)