HALO SEMARANG – Harga bahan pangan, terutama komoditas beras di Kota Semarang terus merangkak naik beberapa bulan terakhir. Saat ini harga beras baik di pasar tradisional maupun pasar modern sudah menyentuh Rp 14.000 per kilogram untuk jenis premium.
Menanggapi hal ini, Plt Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, bahwa pihaknya akan segera melakukan penetrasi harga beras di pasaran agar tidak terlalu melambung tinggi. Dan kegiatan penetrasi pasar akan dilakukan pada Oktober ini.
“Anggaran penetrasi pasar dengan menggunakan APBD Perubahan 2023 sekitar Rp 4,9 miliar. Kami juga sudah komunikasi dengan Pak Sekda dan DPRD Kota Semarang terkait kegiatan penetrasi pasar dan anggaran sekitar Rp 4,9 miliar,” ujar Fajar, Senin (2/9/2023).
Penetrasi pasar ini, dilanjutkan Fajar, sengaja dilaksanakan untuk menstabilkan harga beras yang saat ini mengalami lonjakan cukup tinggi. Sebut saja untuk beras premium saat ini berada pada kisaran harga Rp 14.000 per kilogramnya.
Penetrasi pasar ini nantinya diperuntukkan untuk pembelian beras premium dengan harga murah. Setelah anggaran turun, selanjutnya Disdag Kota Semarang akan membeli beras premium melalui e-catalog.
“Nanti kita beli melalui e-catalog siapa yang menang lelang. Baru kita adakan pasar murah bagi masyarakat,” paparnya.
Terkait harga jual saat penetrasi pasar, pihaknya akan melakukan komunikasi dengan Komisi B DPRD Kota Semarang untuk menentukan harga jual kepada masyarakat.
“Nanti kita komunikasi dulu dengan komisi B, beras itu akan dijual dengan harga berapa. Misalnya jenis beras premium itu Rp 14.100 kalau 5 kilogram Rp 70 ribuan nanti mereka tinggal mengganti Rp 10.000 atau Rp 20.000 berasa kemasan ukuran 5 kilogram,” jelasnya
Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Distapang) Kota Semarang, Bambang Pramushinto menyatakan, bahwa stok beras di Kota Semarang hingga akhir tahun 2023 masih aman.
“Insya-Allah, kalau stok beras di Kota Semarang aman sampai Desember 2023,” ujar Bambang.
Dia menjelaskan, stok distributor ada 19.898 ton, stok pasar 1.859 ton dan stok bulog 17.715 ton. Sehingga total stok ada sebanyak 39.472 ton.
“Ini data per 26 September 2023. Surplus, bisa untuk 4 bulan 21 hari,” ungkapnya.
Dia menyebut saat ini ada kenaikan harga. Menurutnya ini permasalahan secara nasional, tidak hanya terjadi di Kota Semarang.
“Produksi menurun tapi permintaan meningkat. Lalu, harganya ikut jadi meningkat,” ujarnya. (HS-06)