HALO SEMARANG – Sejumlah wilayah di Kota Semarang terdampak kekeringan ekstrem akibat musim kemarau. Ada tiga kecamatan di Kota Semarang yang terkena imbas paling parah dari musim kemarau.
Kepala BPBD Kota Semarang Endro P Martanto mengatakan, tiga kecamatan yang terdampak kekeringan paling parah yakni Kecamatan Banyumanik, Kecamatan Tembalang dan Kecamatan Ngaliyan.
“Ini memang yang jadi perhatian kita ada tiga 3 kecamatan yang relatif beberapa kelurahan itu. Kalau di Banyumanik, itu ada di Kelurahan Jabungan. Kemudian di Kecamatan Tembalang itu ada di Rowosari. Lalu ketiga Kecamatan Ngaliyan ada di Wonosari dan Gondoriyo. Kemudian kekeringannya mulai merambah ke wilayah Kecamatan Gunungpati, di Cepoko, itu saja,” ujar Endro kepada wartawan, Rabu (13/9/2023).
Ia mengaku ribuan kepala keluarga (KK) pun juga terkena dampak kekeringan di Semarang. Kondisi ini diprediksi akan berlanjut hingga bulan Oktober. Oleh karena itu, pihaknya bakal mengoptimalkan penyaluran air bersih.
“Kalau di kota ini rata-rata 3.000 KK yang terdampak. Kita terus dropping air bersih, kita melihat dari kebutuhan KK yang terdampak, itu minimal satu kelurahan itu dua tangki, dengan kapasitas 10 ribu liter air bersih,” terangnya.
Disisi lain, Endro pun meminta masyarakat agar bijak menggunakan air bersih karena pasokannya yang kurang. Ia juga meminta masyarakat berhati-hati terhadap potensi terjadinya kebakaran.
“Jadi yang pertama dampak dari El Nino ini adalah kekeringan, tentunya bijak menggunakan air bersih, dalam arti tiap keluarga memperhatikan kebutuhan air yang sudah terbatas. Kedua kekeringan air ini berdampak pada kebakaran, jadi waspadai juga untuk seluruh warga masyarakat, terutama dampak ini adalah dari ilalang yang mudah terbakar apakah dari api yang ditimbulkan manusia atau gesekan ranting yang kering itu bisa menimbulkan percikan api,” imbuhnya. (HS-06)