HALO KENDAL – Kesenian tradisional Barongan, merupakan salah satu kesenian rakyat yang cukup populer di kalangan masyarakat Kendal, terutama masyarakat perdesaan. Melalui berbagai kegiatan acara masyarakat, kesenian Barongan tak ketinggalan untuk ditampilkan.
Kesenian ini mencerminkan sifat-sifat kerakyatan, spontanitas, kekeluargaan, dan kesederhanaan. Para pemainnya memakai kostum yang menyerupai singo Barong sebagai bentuk samaran makhluk berkaki empat atau dua dengan kepala singa. Selain itu ditampilkan juga sifat kasar, keras, kompak, dan keberanian yang berlandaskan kebenaran.
Dalam pementasan kesenian barongan umumnya diiringi dengan alat musik tradisional, di antaranya kempul, kendang, bonang gedhuk, saron dan demung. Namun seiring perkembangan zaman, ada penambahan beberapa instrumen musik modern yang ikut mengiringi, seperti keyboard, terompet, dan drum.
Anggota DPRD Kendal dari Partai Gerindra, Rizky Aritonang yang juga pegiat seni tradisional di Weleri mengatakan, tujuan ditampilkannya seni Barongan di berbagai kegiatan, supaya kesenian ini tetap lestari.
“Selain itu untuk meningkatkan kreativitas insan seni budaya serta menciptakan komunikasi dan hubungan baik antarpelaku seni, khususnya di Kabupaten Kendal,” ujarnya kepada halosemarang.id, Minggu (3/9/2023).
Ganang sapaan akrabnya mengungkapkan, dirinya sejak kecil memang menyukai kesenian Barongan. Bahkan bersama teman-teman sebayanya dulu, dirinya suka menirukan aksi para seniman Barongan.
Dan saat menjadi anggota dewan sekarang, dirinya terus merangkul para pemuda, untuk lebih peduli terhadap kesenian Barongan. Supaya bisa tetap lestari, tanpa gengsi dan tetap eksis di era dunia digitilasasi atau era modern saat ini.
“Karena tugas saya dan teman-teman yang sudah tergabung dalam grup kesenian Budoyo Mudho Taliwongso, akan terus memperkenalkan dunia seni ini ke generasi berikutnya. Sehingga akan terus melahirkan seniman-seniman muda, dan kesenian Barongan tetap terjaga dan bisa dinikmati sampai ke anak cucu kita nanti,” ungkap Ganang.
Hal itu menurutnya, supaya tercipta rasa saling memiliki, rasa saling tanggung-jawab, untuk masa yang akan datang. Karena pelestarian kesenian dan budaya adalah tanggung jawab seluruh masyarakat.
“Pada akhirnya, setiap sepekan sekali, kami agendakan latihan kepada para pemain untuk mengasah kemampuannya. Baik itu tarianya atau langkah kekompakan kaki singobarongnya, atraksinya, dan tentu kekompakan kita bersama saat nanti di pentas,” bebernya.
Selain itu, Ganang juga mengaku, dia bersama teman-temannya juga melatih para pemula untuk disiapkan sebagai regenerasi kesenian Barongan.
“Itu bentuk dukungan saya sebagai anggoga dewan, terhadap kelestarian seni dan budaya tradisional, dan saya akan berusaha untuk melahirkan seniman-seniman muda di Kabupaten Kendal, sekaligus ikut berpartisipasi di dalamnya,” pungkas Ganang.(HS)