in

Tunggakan Retribusi Sewa Rusun Capai Rp 5 Miliar, Disperkim Kota Semarang Bakal Maksimalkan Penagihan

HALO SEMARANG – Target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi rumah susun (Rusun) digenjot Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, pada tahun 2023. Sekenario yang dilakukan, adalah memaksimalkan pelunasan atau tunggakan retribusi yang belum dibayarkan penyewa.

Sekretaris Disperkim Kota Semarang, Murni Ediati menjelaskan, jika target PAD dari sektor retribusi sewa rusun akan dimaksimalkan oleh Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu dari sebelumnya Rp 4 miliar naik menjadi Rp 5 miliar.

“Sekenario kita adalah mengejar tunggakan sewa rusun, makam dan lainnya. Tidak dengan menaikkan biaya sewanya,” katanya, Minggu (27/8/2023).

Dia menerangkan, meskipun target PAD meningkat, objek rusun tidak mengalami penambahan. Disperkim sendiri, memiliki delapan rusun yakni Plamongansari, Karangroto, Bandarharjo, Pekunden, Kaligawe, Kudu, Jrakah, dan Sawah Besar.

Adapun besaran tunggakan sewa rusun, lanjut Pipie, sapaan akrabnya, dinilai cukup besar yakni mencapai sekitar Rp 5 miliar. Pihaknya juga terus melakukan monitoring agar tunggakan retribusi bisa tertagih dengan baik. Sementara sampai Juli lalu, sudah 53 persen tertagih sekitar Rp 3 miliar. Dan sisanya dirinya akan memaksimalkan penagihan sebelum tutup tahun. “Karena kalau tidak bisa menjadi temuan, sehingga kita ingin maksimalkan,” ujarnya.

Terkait rencana penambahan rusun, menurut Pipie memang ada rencana pembuatan rusun baru di Mangunharjo, Kecamatan Tugu. Namun untuk anggaran pembangunan, diupayakan bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).(HS)

Upacara Hari Pramuka Ke-62 Di Kemiri, Wabup Purworejo Serahkan Sejumlah Penghargaan

Melalui Event Sepeda Santai, Kampanye Gempur Rokok Ilegal Terus Digencarkan Pemkab Kendal