HALO SEMARANG – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), memberikan tanggapan terkait isu pembubaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Presiden Jokowi menilai bahwa selama ini sistem yang berjalan di KPK sudah baik dan KPK juga rutin melakukan operasi tangkap tangan (OTT).
“Lembaganya kan bagus, sistemnya sudah bagus. Tiap bulan juga ada OTT,” kata Presiden, dalam keterangannya setelah meninjau Pasar Brahrang, di Kota Binjai, Provinsi Sumatra Utara, Jumat (25/08/2023).
Meski demikian, Kepala Negara menyampaikan bahwa evaluasi tetap perlu dilakukan di semua lembaga negara, termasuk KPK.
“Mesti ada yang perlu dievaluasi, perlu diperbaiki, saya kira semua lembaga pasti ada kurangnya. Itu yang harus diperbaiki, harus dievaluasi,” tutur Kepala Negara.
Usul Pembubaran
Sebelumnya, Presiden RI ke-5 (2001—2004), Megawati Soekarnoputri mengaku pernah mengusulkan pembubaran KPK ke Jokowi.
Usulan itu dilontarkan, lantaran kecewa karena korupsi masih terus terjadi, di tengah kondisi rakyat saat ini.
Megawati mengatakan saat menjabat sebagai Presiden RI, dia sudah bersusah payah mendirikan KPK. Namun kemudian dia kecewa dengan KPK, yang dinilainya tak menjalankan tugasnya.
“Saya sampai kadang-kadang bilang ama Pak Jokowi ‘Udah deh bubarin aja KPK itu, Pak. Menurut saya enggak efektif’,” kata Mega, pada acara sosialisasi Pancasila di Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Sementara itu Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, Rabu (23/8/2023) lalu mengatakan Pernyataan Megawati Soekarnoputri tentang pembubaran KPK itu, menurut dia merupakan ungkapan rasa keprihatinan, terhadap kondisi dan situasi lembaga antirasuah itu.
“Barangkali Bu Mega itu prihatin sudah 20 tahun KPK berdiri, kenapa korupsi masih terjadi. Bahkan kalau dilihat dari indeks persepsi korupsi, malah turun,” kata Alexander Marwata.
Senada dengan Megawati, Alex juga menyampaikan keprihatinannya terkait masih terjadinya praktik korupsi oleh penyelenggara negara.
Oleh karenanya dia mengingatkan bahwa tugas memberantas korupsi, tidak mungkin bisa terlaksana oleh KPK, apabila tidak didukung oleh masyarakat.
Pada kesempatan terpisah, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengoreksi konsep framing media dalam pemberitaan sejumlah media massa, yang menyebut Megawati Soekarnoputri meminta Presiden Joko Widodo membubarkan KPK.
” Maksud Bu Mega, beliau yang mendirikan KPK, (tapi korupsi) masih jadi persoalan pokok,” kata Hasto. (HS-08)