HALO KENDAL – Revitalisasi Masjid Agung Kendal yang menggunakan dana pemerintah sudah mencapai 40 persen. Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia Pembangunan, Sugiono yang juga sekaligus Sekda Kendal kepada awak media, saat meninjau progres pembangunan Masjid Agung Kendal, Senin siang (24/7/2023).
“Kalau yang menggunakan dana pemerintah sekitar 40 persen. Semua pembesian sudah siap semua, tinggal pemasangan atau istilahnya erection di belakang sana sudah siap semua. Lha kita nunggu persiapan yang ada di sini (lokasi depan). Karena erection itu harus berurutan, nyambung muter, dan cranenya nanti ada di tengah sini,” terang mantan Kepala DPUPR Kendal, sambil menunjukkan lokasi.
Ditambahkan, untuk rangka besi-besi baja, pihaknya mengambil langsung dari pabrik. Bukan melalui penjual. Karena harganya jauh lebih murah.
Sugiono menjelaskan, dengan dana yang bisa mencapai sekitar Rp 60 miliar, Masjid Agung Kendal akan dibuat menjadi bangunan yang unik, dan digadang menjadi ikon Kendal.
“Unik maksudnya benar-benar kita gambar dan tanpa kita meniru disain manapun. Konsepnya karena kita di pantai, jadi pojok-pojoknya kita buat seperti layar-layar. Lha pencetakan layar-layarnya atau sirip-siripnya sedang dibuat di pabrikan di Semarang. Jadi saat dibawa kesini tinggal pasang,” jelasnya.
Sugiono juga menyebut, nantinya 16 tiang besar yang sejak dulu sudah ada, tetap difungsikan. Karena menurutnya ada nilai historisnya.
“Dari 16 tiang yang ada itu, empat tiang merupakan pemberian dari empat wali. Yaitu Sunan Bonang, Sunan Gunungjati, Sunan Ampel dan Sunan Kalijaga,” sebutnya.
Sugiono juga mengungkapkan, saat ini dana yang dianggarkan dari APBD sebesar Rp 20 miliar dan dana dari kas masjid sebesar Rp 10 miliar. Selain itu juga masih mengalir bantuan dari masyarakat melalui infaq, dan juga dana dari hasil penjualan besi tua bekas bongkaran masjid ke pabrik.
Diutarakan, pihaknya terbuka dalam pelaksanaan penjualan besi tua bekas bongkaran masjid, dan yang berani membeli dengan harga tertinggi adalah pabrik. Selain itu, timbangannya lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Alhamdulillah hasil dari penjualan besi tua ke pabrik per hari Jumat kemarin mencapai Rp 540 juta dan langsung masuk ke rekening bendahara masjid. Kita pilih menjual ke pabrik, karena berani membayar dengan harga Rp 6.500 perkilonya dan timbangannya akurat serta bisa dipertanggungjawabkan,” ungkapnya. (HS-06)