in

Bisa Bikin The Highligt Merana

HALO SPORT – Grand Dawson memperlihatkan kekuatan yang menakjubkan saat menghabisi Damir Ismagulov, 2 Juli lalu.

Dawson berpeluang dipertemukan dengan Justin Gaethje.

The Highlight, julukan Gaethje, kembali ke tren kemenangan selepas mengatasi Rafael Fiziev, Maret silam.

Kemenangan itu membuat The Highlight mendapat tiket melawan Dustin Poirier.

Namun, catatan impresif Justin itu tidak ada artinya jika yang dia hadapi adalah Dawson.

Petarung kelas ringan Ultimate Fighting Championship (UFC) itu tampil mengesankan ketika menundukkan Ismagulov.

Wakil Presiden Absolute Championship Akhmat (ACA) Aslanbek Badaev menilai Dawson bisa membikin Gaethje merana.

Badaev terkesan dengan kebrutalan KGD, julukan Dawson.

’’Dawson bukan tipe pegulat yang bagus, tapi fleksibilitasnya sebagai petarung mixed martial arts begitu mengerikan. Dia adalah prospek yang tidak diduga-duga dengan gaya duel yang agresif,’’ ujar Badaev seperti dilansir dari Sport-Express.

Menurut Aslanbek, Grant sangat fleksibel sebagai seorang petarung mixed martial arts (MMA).

’’Timing Dawson bagus, dia juga bisa mengambil posisi-posisi dominan, tak menurunkan tekanan, terus mengembangkan agresivitas, dan menjaga napasnya dengan baik,’’ jelasnya.

Selain kelas ringan, KGD (29) juga bisa turun di divisi bulu.

Dia menyandang ban hitam jiu-jitsu Brasil.
Rekornya saat ini 20 kali menang, sekali kalah, dan satu kali seri. (HS-06)

Tiba di Indonesia, Menag Terus Pantau Fase  Akhir Haji 2023

Berpotensi Pindah Tim Tahun Depan