in

Calon Siswa SMK di Batang Wajib Lampirkan Surat Keterangan Sehat

Calon siswa di Batang, mendaftar menggunakan komputer. (Foto : batangkab.go.id)

 

HALO BATANG – Para calon peserta didik (CPD) yang akan mendaftar ke SMK, wajib melampirkan surat keterangan sehat, antara lain terkait buta warna.

Hal itu disampaikan Kepala SMKN 1 Batang Catur Puji Raharjo, terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB) secara online untuk jenjang SMA dan SMK, yang dibuka 23 Juni hingga 27 Juni 2023.

Menurut Catur Puji Raharjo, surat keterangan sehat (SKS) wajib dilampirkan, demi memastikan bahwa kondisi fisik para calon siswa prima, terlebih pada jurusan tertentu yang membutuhkan ketelitian ekstra.

“Itu pun tidak semua jurusan, hanya jurusan tertentu. Misalnya jurusan Teknik Informatika dan Multimedia, serta Teknik Komputer dan Jaringan, tidak boleh buta warna,” kata dia, di ruang kerjanya, SMKN 1 Batang, Kabupaten Batang, Jumat (23/6/2023), seperti dirilis batangkab.go.id.

Ia mengimbau, para orang tua dan calon siswa, untuk setiap saat memantau jurnal pendaftaran, karena perubahannya sangat cepat.

“Amati apakah nilainya masih memungkinkan memenuhi kuota di jurusan itu. Jika tidak, segera pindah ke jurusan lain.  CPD bisa mendaftar di dua jurusan yang berbeda, jika tetap tidak lolos, bisa langsung pindah ke sekolah lain, baik SMA maupun SMK,” jelasnya.

Ia menambahkan, sistem pendaftaran secara online sangat memudahkan CPD maupun orang tua.

“Yang paling utama akuntabilitas dan transparansi benar-benar terjaga, sebab semua dapat dilihat langsung dan dapat dipertanggungjawabkan,” terangnya.

Khusus kuota di SMKN 1 Batang, sebanyak 360 peserta didik, dengan persentase 75 persen jalur prestasi, 15 persen jalur afirmasi, 10 persen jalur domisili.

“Diperkirakan akan ada 780 CPD yang melakukan pendaftaran secara online, namun pihak panitia PPDB tiap harinya hanya membuka sebanyak 300 pendaftar,” ujar dia.  (HS-08)

Indonesia – Belanda Segera Usulkan Arsip Kartini Jadi Memory of the World UNESCO

Kelakar Prabowo Saat Penuhi Permintaan Mahasiwa Kader PMII untuk Tak Berhenti Pidato