HALO BOYOLALI – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Boyolali, menggelar talkshow peningkatan indeks literasi, untuk mewujudkan masyarakat yang berkualitas dan berdaya saing.
Talkshow juga diisi pemaparan melalui zoom oleh Delegasi Tetap RI untuk Unesco Prof Is Munandar, langsung dari Paris, Prancis.
Dalam kegiatan talkshow dan launching aplikasi Srikandi tersebut, dikukuhkan pula duta baca dan 22 Bunda Duta Baca Kecamatan dari 22 kecamatan di Kabupaten Boyolali.
Bupati Boyolali M Said Hidayat mengatakan bahwa literasi duta baca ini, dapat dibangun secara bersama sama, untuk mewujudkan masyarakat yang berkualitas dan berdaya saing.
“Kami ucapkan terima kasih kepafa Profesor S Munandar, yang sudah ikut serta dalam acara duta baca di Boyolali. Juga ucapkan terima kasih pada Perpustakaan Nasional. Jadi ini dilakukan 60 lokasi se Indonesia, termasuk Boyolali,” kata dia, seperti dirilis boyolali.go.id, Kamis (08/06/2023).
Bupati berharap, dalam program Boyolali kaya cerita tersebut, dari 2022 sampai pada tahun ini sudah dapat menerbitkan 61 buku.
“Tentu dengan jumlah buku tersebut nanti dapat menambah jumlah koleksi buku kita, yang dapat ditempatkan di Perpustakaan Boyolali ini,”ujar dia.
Dalam program Boyolali kaya cerita ini juga dikoneksikan dengan aplikasi di internet sehingga dapat diakses oleh semua orang yang gemar membaca.
“Jadi program Boyolali kaya cerita itu kita koneksikan dengan aplikasi internet sehingga semua orang yang gemar membaca dapat melihat dan membacanya,” terangnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Boyolali, Arief Gunarto, mengatakan Perpustakaan akan meningkatan literasi minat baca masyarakat.
“Literasi itu yang harus kita tingkatkan di masyarakat, mulai dari minat baca, menulis bahkan sampai mengaplikasikan sampai membuat hasil karya,” kata dia. (HS-08)