HALO KENDAL – Keberadaan tanggul di Kelurahan Bandengan, Kecamatan/Kabupaten Kendal yang dibangun pada tahun 2022, ternyata belum menuntaskan permasalahan banjir rob. Beberapa titik terpantau masih terkena banjir rob, baik di pemukiman maupun di jalan lingkungan.
Kepala Kelurahan Bandengan, Sutarjo mengatakan, penanganan banjir rob di wilayahnya akan dituntaskan pada tahun ini, melalui program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh).
“Sedang dilakukan peninggian jalan lingkungan di tiga titik. Yaitu jalan di perbatasan Kelurahan Karangsari dan dua jalan di sebelah Lapangan Bandengan. Total anggarannya sebesar Rp 3 miliar,” jelasnya, Kamis (8/6/2023).
Sutarjo mengungkapkan, untuk kelanjutan pembangunan tanggul dan pedestrian sudah diusulkan melalui Dinas Perkim Kendal. Sedangkan untuk peninggian jalan di sebelah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sudah diusulkan melalui APBD kabupaten.
“Sudah kami usulkan, baik ke Disperkim Kendal dan pemerintah daerah. Untuk realisasinya diperkirakan pada tahun 2024 mendatang,” ungkapnya.
Sementara Nurhuda, Wakil Ketua RT setempat mengatakan, keberadaan tanggul memang sudah mengurangi banjir rob, namun belum menyeluruh. Selain tanggul, sebagian besar rumah dan jalan pemukiman juga sudah ditinggikan, termasuk pembangunan drainase.
“Setelah ada tanggul, rob agak mending, karena ada pintu dan pompa tanggul, jadi antisipasi sebelum air rob masuk sudah ditutup dulu pintu tanggulnya,” katanya.
Menurut Nurhuda, banjir rob belum teratasi secara menyeluruh, karena program penataan kota belum selesai. Sehingga pedestrian di sepanjang tepi sungai yang juga berfungsi sebagai tanggul, belum semuanya dibangun.
“Saat ini, air rob dari sungai masih ada celah untuk meluber ke jalan dan pemukiman warga. Harapan kami penataan kota terus dilanjut, jangan sampai terhenti. Supaya masalah rob di Bandengan ini cepat teratasi,” harapnya. (HS-06)