HALO PURBALINGGA – Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, meminta Kakang – Mbekayu Duta Wisata Purbalingga 2023 tidak gagap teknologi (gaptek).
Hal itu karena tugas utama mereka adalah mempromosikan pariwisata di Purbalingga, melalui berbagai media komunikasi, agar lebih dikenal oleh publik di tingkat Provinsi Jawa Tengah, Nasional, dan internasional.
Hal itu disampaikan Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, saat hadir dalam Grand Final Kakang – Mbekayu Duta Wisata Purbalingga 2023, Sabtu (27/5/2023) di Balai Panggih Griyadi, Taman Wisata Pendidikan Purbasari Pancuranmas, Kecamatan Padamara.
“Kakang – Mbekayu juga harus bisa memanfaatkan media sosial di Era Revolusi Industri 4.0 ini, baik itu Facebook, Twitter, Instagram, Tik-tok dan lainnya untuk mempromosikan Kabupaten Purbalingga. Jadi, nggak boleh Kakang – Mbekayu Kabupaten Purbalingga gaptek,” kata Bupati, seperti dirilis purbalinggakab.go.id.
Bupati juga berpesan, Kakang – Mbekayu tak hanya mempromosikan pariwisata, melainkan juga semua potensi di Purbalingga, termasuk industri, pertanian, dan UMKM.
Kakang – Mbekayu juga diharapkan menjadi panutan atau role model, bagi pemuda yang lain di Kabupaten Purbalingga.
“Kakang – Mbekayu harus menjadi contoh bagi para pemuda pemudi generasi muda yang ada di Purbalingga,” katanya.
Bupati mengungkapkan, para finalis dinilai mana yang terbaik, tidak hanya dari segi penampilan, akan tetapi juga aspek intelektual, knowledge dan attitude.
Mereka akan menjadi perwakilan yang akan mempromosikan Kabupaten Purbalingga, tidak hanya di tingkat regional, namun nasional, maupun di event internasional.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar), Prayitno mengungkapkan peserta ajang pemilihan Kakang – Mbekayu, adalah pemuda laki-laki dan perempuan, berusia 17-24 tahun, baik berstatus pelajar, mahasiswa, atau masyarakat umum yang memenuhi persyaratan.
“Dari total 67 peserta yang mengikuti tes seleksi, sebanyak didapatkan 20 finalis, masing-masing 10 kakang dan 10 mbekayu,” katanya.
Selanjutnya 20 finalis mendapat tugas membuat video promosi daya tarik wisata yang diunggah pada platform media sosial masing-masing yaitu Instagram, Youtube, Tiktok, Facebook dan status Whatsapp. Berikutnya, pembekalan yang sudah dilaksanakan pada 25 Mei 2023.
“Pada saat pembekalan, finalis diberikan materi : pemerintahan dan pengetahuan umum, kepariwisataan, public speaking, MUA dan koreografi, ajang bakat dan tes kesehatan serta tes antinarkoba,” katanya.
Untuk diketahui finalis yang dinobatkan sebagai Kakang Purbalingga Tahun 2023 yaitu Novail Adzka Ad Dausi dari perwakilan SMA Negeri 1 Purbalingga.
Sedangkan Mbekayu Purbalingga Tahun 2023 ini yaitu Titan Aurellya Ramadhani dari SMKN 1 Bojongsari.
Selain pemenang, Grand Final ini juga menentukan untuk Wakil 1 dan Wakil 2 Kakang – Mbekayu. Selain itu juga Kakang Mbekayu intelegensia dan antinarkoba serta Kakang Mbekayu favorit.
Para juara mendapatkan hadiah berupa piala, piagam dan uang pembinaan serta hadiah tambahan dari sponsor dan Bupati.
“Pemenang terpilih akan bertugas mempromosikan wisata di Purbalingga dan nantinya akan dikirim mengikuti kegiatan serupa, (mas dan mbak duta wisata) di tingkat Provinsi Jawa Tengah,” kata Prayitno.
Dia menginformasikan penilaian Kakang Mbekayu terpilih, merupakan kandidat terbaik berdasarkan penilaian dewan juri dari beberapa kriteria yang sudah ditetapkan.
“Di antaranya penilain tugas-tugas, penampilan serta kelugasan dalam menjawab seluruh pertanyaan yang dilontarkan kepada para finalis,” tambah Prayitno.
Prayitno berharap semua peserta yang mengikuti kegiatan ini dan para Finalis pada khususnya dapat menjadi pribadi kreatif, inovatif, percaya diri, dan berpengalaman.
“Kakang Mbekayu nantinya diharapkan dapat mempromosikan wisata dan budaya yang ada di Kabupaten Purbalingga, agar semakin dikenal oleh masyarakat luas, baik di tingkat nasional maupun mancanegara. (HS-08)