HALO SEMARANG – Setelah sukses menyelenggarakan Fun Run Kawin Lari dengan kostum unik yang dikenakan peserta, kini Hotel Dafam Semarang hadir kembali dengan Fun Run Lari Dari Kenyataan. Berbeda dengan konsep sebelumnya, event yang digelar kali diperuntukkan bagi masyarakat umum yang ingin sekadar tampil santai dan tanpa mencari pemenang. Dan event sebelumnya harus berpasangan namun di event kali ini secara individual.
General Manager Hotel Dafam Semarang, Roy Amazon menjelaskan, event Fun Run Lari Dari Kenyataan ini diharapkan mampu menggelorakan olaharaga yang juga menjadi gaya hidup saat ini. Sekaligus menjadi daya tarik wisatawan, karena rute lari maaih sama dengan event lari pertama, start sampai finish dengan rute menyusuri Jalan Imam Bonjol, Jalan Empu Tantular, Jalan Tawang, Jalan Cendrawasih. Lalu, melewati Kota Lama Semarang, Jalan Pemuda dan Tugu Muda serta kembali ke Hotel Dafam.
“Yang berbeda kali ini, lebih memberikan kebebasan kepada peserta Fun Run tidak harus menggunakan kostum menarik tertentu. Kegiatan ini sudah mulai dibuat seperti lomba lari pada umumnya, namun diikuti masyarakat umum. Biaya Rp 150 ribu per orang ini sudah mendapatkan jersey, goody bag dan medali,” terangnya.
Untuk kuota peserta, lanjut Roy, hanya dibatasi sebanyak 300 orang peserta saja. “Mengingat tempat kami yang terbatas, dan event akan digelar pada Minggu (11/6/2023) pagi. Tak lupa kami sangat berterima kasih juga kepada Pemkot Semarang terutama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang selalu mensuport acara di Hotel Dafam Semarang. Salah satunya yaitu Fun Run Lari Dari Kenyataan. Baik berupa implementasi dengan inovasi acara, promo, fasilitas yang kami buat,” katanya.
“Selain acara yang dapat menjadi daya tarik tamu luar kota, kami juga banyak promo salah satunya promo antar jemput wisatawan gratis di beberapa daerah tempat wisata dan oleh-oleh Kota Semarang. Selain itu kami juga menampilkan promo makanan khas Semarangan, penjemputan dan pengantaran bandara, stasiun juga gratis, kami sangat berpegang dengan sapta pesona, yaitu ramah yang berahir kenangan. Dengan kenangan yang indah, saya yakin tamu akan kembali ke hotel kami dan Kota Semarang,” sambungnya.
Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Wing Wiyarso menjelaskan, ternyata olahraga lari sangat multiplier effect. Lari bukan hanya mendapatkan manfaat kesehatan, namun dengan lari kita juga dapat meningkatkan kebahagiaan dan meningkatkan pengetahuan tentang suatu daerah, terutama bidang pariwisata. Yaitu makanan khas, daerah tempat wisata, hotel, mal, moda transportasi umum yang tentunya hal tersebut dapat menjadi pengalaman yang berharga. Dan tentunya effect nya pun juga terasa oleh pelaku ekonomi setempat.
“Alhamdulillah Kota Semarang kemarin dan ke depan memiliki banyak event yang besar dan menarik, daya minat masyarakat juga tinggi, bahkan rekor pun juga tercetak dengan peserta 11.476 orang menari kolosal khas Semarang Rumah Kita dalam rangkaian Hari Jadi Kota Semarang ke-476 tahun. Semarang Night Carnival (SNC) 2023 kemarin juga antusias masyarakat sangat luar biasa. Ke depan kami masih banyak event menarik, salah satunya Fun Run yang diadakan oleh Hotel Dafam Semarang. Diharapkan acara seperti ini bisa menjadi acara tahunan yang dapat menarik tamu luar kota, bahkan antar-pulau dan antar-negara. Karena dengan wajah Kota Semarang Sekarang yang semakin cantik kami yakin orang yang main ke Semarang akan kangen dan datang kembali,” paparnya.
Salah satu pegiat dari komunitas lari di Kota Semarang, Danang juga menyampaikan, bahwa sebagai pehobi lari sangat senang dengan acara seperti ini. Karena selain dapat membuang stress, lari juga dapat meningkatkan kesehatan, apalagi dapat hadiah.
“Saat ini lari sudah menjadi gaya hidup masyarakat. Banyak komunitas lari bermunculan, biasanya mereka menyesuaikan dengan waktu luang atau libur dari pekerjaan rutinnya di kantor,” ujar pria yang juga ASN Bea dan Cukai ini .
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam mengatakan, lari adalah olahraga yang simple dan murah. Efek dalam kesehatan juga sangat dapat berpengaruh dalam tumbuh kembang terutama bagi umur yang masih produktif.
“Namun harus diingat, bahwa segala yang berlebihan itu tidak baik. Asupan gizi juga harus seimbang dengan keringat yang dikeluarkan, jangan sampai dengan yang berlebihan malah dapat menjadi boomerang tidak baik pada tubuh. Saya juga suka lari, namun karena menyesuaikan dengan kondisi saat ini, olahraga yang saya terapkan berjalan kaki. Dan saya selalu berusaha untuk mencapai 1500 langkah perhari. Cukup menyeimbangkan antara asupan makanan yang masuk dengan energi yang dikeluarkan,” urainya.(HS)