HALO SEMARANG – Merawat lingkungan menjadi tanggung jawab bersama, tidak terkecuali kampus pendidikan tinggi keagamaan.
Itu juga yang dilakukan Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus (UHN IGB) Sugriwa, Denpasar, melalui sejumlah upaya mewujudkan ekoteologi, dari menanam pohon hingga pelestarian satwa langka.
Hal ini disampaikan Rektor UHN IGB Sugriwa I Gusti Ngurah Sudiana dalam Media Gathering tentang “Ekologi sebagai Manifestasi Asta Protas: UHN I Gusti Bagus Sugriwa di Panggung World Class University.
Acara ini digelar bersama awak media di Pulau Dewata dengan menghadirkan narasumber Rektor UHN IGB Sugriwa, Ditjen Bimas Hindu, dan Pemerintah Kabupaten Bangli.
I Gusti Ngurah Sudiana memaparkan bahwa selama ini, UHN Sugriwa telah melakukan berbagai program dan kegiatan berlandaskan Asta Protas Kemenag, khususnya program Ekoteologi.
Menurutnya, Ekoteologi selaras dan sejalan dengan konsep Tri Hita Karana, yang diterapkan masyarakat Hindu, khususnya di Bali.
“Kegiatan penanaman pohon untuk kepentingan Upakara maupun lainnya secara rutin sudah kita laksanakan. Terkait lingkungan, baru-baru ini kita melaksanakan penanaman pohon bersama PPPK bersama mahasiswa baru saat kegiatan Upanayana di area kampus. Kami memiliki semboyan, satu pohon sejuta napas,” kata I Gusti Ngurah Sudiana di Kampung Bangli, baru-baru ini seperti dirilis kemenag.go.id.
Selain itu, lanjut I Gusti Ngurah Sudiana, UHN IGB Sugriwa juga bekerja sama dengan BKSDA, dalam pelestarian satwa langka, seperti rusa, merak, dan jalak Bali, sebagai media edukasi kampus dan masyarakat.
Ide mengenai ‘Green Campus’ juga dilakukan selaras dengan potensi lingkungan di wilayah Kabupaten Bangli.
Bahkan, UHN IGB Sugriwa, selama lima tahun terakhir juga telah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara secara rutin, yang menjadikan kegiatan berbasis ekoteologi, seperti penanaman pohon, bersih-bersih lingkungan, pembuatan teba modern yang sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Bali, serta pembuatan pupuk organik sebagai salah satu program kerjanya.
“Program ekoteologi ini berjalan beriringan dengan Kurikulum Cinta yang digaungkan Kemenag, yang menekankan pentingnya kasih sayang dan penghormatan, termasuk terhadap lingkungan,” terang I Gusti Ngurah Sudiana didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dekan Fakultas Brahma Widya, Dekan Fakultas Dharma Duta, Direktur Pascasarjana, dan Wakil Dekan I Fakultas Dharma Acarya.
Turut hadir juga dalam acara ini Direktur dan Wakil Direktur Pascasarjana, Ketua Satuan Pengawas Internal (SPI), Ketua PTIPD, dan civitas academica UHN IGB Sugriwa. Tampak hadir, Direktur Pendidikan Tinggi Ditjen Bimas Hindu, I Ketut Sudarsana, dan Kepala BKPSDM Bangli, I Made Mahindra. (HS-08)