HALO SEMARANG – Manajer Tim Lenovo Ducati Davide Tardozzi mulai mewaspadai ancaman dari luar skuad pabrikan Ducati.
Tardozzi mengaku khawatir setelah pembalap andalan tim pabrikan, Francesco Bagnaia, gagal naik podium pada MotoGP Argentina.
Sebaliknya, Marco Bezzecchi dari tim satelit Mooney VR46 mampu berjaya.
Bagnaia gagal mendulang poin lantaran hanya mampu finis di urutan ke-16.
Juara dunia MotoGP 2022 itu membuat kesalahan sendiri.
Bagnaia tergesa-gesa ingin mengejar Bezzecchi yang memimpin balapan dengan dominan.
Dia tergelincir saat menyalip Alex Marquez (Gresini Racing Ducati) di posisi kedua.
Tardozzi menyebut kesalahan Bagnaia terjadi karena tertekan dengan situasi saat mulai terpancing selisih waktu yang tipis dengan pembalap di depannya.
’’Yang terpenting Bagnaia tidak kehilangan kepercayaan dari kami, dan kami yakin dia akan sangat cepat lagi di Austin, Texas nanti,’’ ungkap Tardozzi seperti dilansir dari Speedweek.
Davide berharap Pecco, sapaan akrab Bagnaia, tidak mengulang kesalahan lagi.
Pecco ditarget kembali ke barisan depan dalam MotoGP Amerika, 16 April mendatang.
’’Saya rasa sekarang Pecco jauh lebih matang. Dia menderita karena seharusnya dia tidak melakukan itu. Dia perlu menambah poin,’’ tegas Tardozzi.
Dia mengingatkan Pecco untuk terus mendulang angka selama paruh pertama.
Ducati tak ingin bergantung lagi pada faktor keberuntungan seperti musim lalu.
‘’Dia harus mengumpulkan poin pada paruh pertama musim dan menyerang lagi di putaran kedua,’’ paparnya.
Tardozzi tak menyalahkan Pecco, bahkan siap mendukung dan membantunya bangkit. (HS-06)