in

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Soroti Soal Penataan Parkir Kawasan Pasar Johar Cagar Budaya

Jajaran DPRD Kota Semarang saat meninjau kawasan Pasar Johar, baru-baru ini.

HALO SEMARANG – Wakil Ketua Dewan Perwakilam Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Mualim menyoroti terkait persoalan penataan parkir di sekitar Kawasan Pasar Johar Cagar Budaya yang belum maksimal. Misalnya, juru parkir masih ada yang belum berseragam, dan penataan kendaraan belum rapi, sehingga akan mengganggu akses pengunjung yang beraktivitas di pasar.

“Kami berharap penataan parkir di Pasar Johar Cagar Budaya ditata dengan rapi, petugas parkir masih ada yang belum memakai seragam resmi, seragam ini padahal bisa jadi salah satu pengenal petugas parkir agar tidak dibilang juru parkir liar,” terangnya, Jumat (16/12/2022).

Dari hasil monitoring dewan beberapa waktu lalu di Pasar Johar, kata dia, petugas parkir diminta harus benar-benar tertib menempatkan kendaraan, baik roda dua dan empat di tempat parkir yang disiapkan. “Seperti di titik mana saja untuk parkir motor dan mobil, juga diatur jangan terkesan dibiarkan tidak rapi, dan bisa menyebabkan lalu lalang orang yang beraktivitas di sekitar pasar Johar terganggu karena terisi penuh dengan kendaraan,” paparnya.

“Kalau memang ketentuannya parkir untuk satu baris kendaraan, jangan ditambah lagi menjadi dua atau tiga baris sehingga penuh kendaraan. Nanti pengunjung yang mau lewat sini aksesnya jadi sempit karena space lahan dipakai semuanya untuk parkir kendaraan,” lanjutnya.

Apalagi saat ini, kata politisi Partai Gerindra ini, Pasar Johar Cagar Budaya mulai sering dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat umum seperti event Youth Fashion Show dan direncanakan untuk venue peringatan Hari Ibu tingkat Kota Semarang dan event lainnya.

“Tentunya penataan terkait parkir yang tertib sangat dibutuhkan. Selain itu, saya juga minta pedagang pancaan harus ditata lagi, kalau dibiarkan berjualan bertebaran akan terkesan kumuh. Dinas Perdagangan kami minta untuk menata pedagang, sehingga nantinya tidak seenaknya manaruh dagangan dan bikin semrawut. Apakah nanti mereka tetap berjualan hanya sementara waktu atau menetap. Kalau memang difasilitasi tempat atau dasaran ditentukan ada berapa jumlahnya supaya makin tertata dan terlihat rapi,” pungkasnya.(HS)

UD Trucks Tutup Tahun 2022 dengan Serah Terima 32 Unit Quester Euro 5

Pemkot Semarang Hibahkan Ambulans dan Pendopo Untuk Lapas Kedungpane