HALO SEMARANG – Bantuan dana operasional sebesar Rp25 juta per tahun untuk setiap Rukun Tetangga (RT) di Kota Semarang dinilai berdampak luas bagi masyarakat. Selain mengurangi beban iuran warga, kebijakan ini juga dinilai mampu menggairahkan ekonomi hingga memunculkan peluang usaha baru.
Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Wahyu “Liluk” Winarto mengatakan, sejak digulirkan pada pertengahan 2025, banyak warga yang menyambut baik program unggulan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng itu.
“Selama saya berkeliling, program ini diterima cukup bagus. Kita akan lihat dampak signifikan sampai Desember nanti,” kata Liluk saat menjadi narasumber Dialog Interaktif DPRD Kota Semarang, di Hotel Fave Semarang, Jumat (7/11/2025).
Meski demikian, ia mengakui masih ada persoalan teknis terutama dalam penyusunan laporan pertanggungjawaban (LPJ).
“Banyak yang mengeluh LPJ rumit. Tapi seiring berjalan waktu, dengan pendampingan dinas terkait, bidang hukum Setda, dan pengawas lainnya, Alhamdulillah bisa berjalan lancar,” ujarnya.
Menurut Liluk, dana operasional RT berdampak nyata mengurangi iuran rutin masyarakat. Kegiatan tahunan semisal peringatan 17 Agustus atau halalbihalal kini bisa dibiayai melalui dana operasional, sehingga tidak selalu membebani warga.
Ia juga melihat tumbuhnya UMKM di lingkungan RT/RW. Salah satu contoh, di Kelurahan Semarang Barat, dana operasional dimanfaatkan untuk menggelar pelatihan keterampilan bagi Gen Z dan ibu-ibu rumah tangga.
“Ini positif. Memberikan skill, membuka peluang usaha, dan bisa menambah penghasilan warga,” katanya.
Sekretaris DP3A Kota Semarang, Noegroho Edy Rijanto, menjelaskan pemerintah memberikan ruang fleksibel dalam penggunaan dana tersebut.
“Kita imbau setiap RT menggunakan sesuai kebutuhan dan skala prioritas,” ujarnya.
Namun ia mengakui, tantangan paling besar memang pada penyusunan LPJ. Pasalnya, mayoritas pengurus RT adalah lanjut usia sehingga sering kesulitan dalam pelaporan.
“Karena itu para lurah perlu aktif membimbing RT,” ujarnya.
Wakil Koordinator LPMK Kecamatan Semarang Barat, Nunung Aprilianto, membenarkan bahwa dana operasional RT membantu mengurangi iuran warga untuk aktivitas di lingkungan.
“Kami sangat terbantu. Kegiatan warga jadi meriah, seperti 17-an dan pelatihan-pelatihan keterampilan untuk membuka peluang usaha,” ujarnya.(HS)