HALO SEMARANG – Belasan pemancing hanyut Laut Semarang tepatnya di pintu masuk menara merah Pelabuhan Tanjung Emas Semarang pada Selasa (19/8/2025) siang. Empat orang ditemukan meninggal dunia dalam kejadian itu.
Sedangkan data terbaru yang diterima, masih ada tiga orang yang hilang setelah dihantam gelombang ombak yang tinggi. Saat ini Tim SAR Gabungan tengah melakukan pencarian terhadap ketiga korban itu.
“Tujuh orang dilaporkan selamat, dua orang ditemukan meninggal dunia, dan tiga lainnya masih dalam pencarian tim gabungan,” Dirpolairud Polda Jateng, Kombes Pol Raspani, Rabu (20/8/2025).
Adapun daftar korban pemancing yang selamat dalam peristiwa itu yakni Panijan (47) warga Tanjungmas, Andi (45) warga Candisari, Sigit (45) dan Hartono (46) warga Tembalang, serta Sugeng, Pak To dan Mbae (sudah pulang). Sedangkan korban yang hingga kini belum ditemukan antara lain Pak Pujo, Pak Mono dan Wanto.
Sementara itu, Kasi Ops Basarnas Kota Semarang, Mulwahyono menjelaskan, pencarian terhadap para korban dilakukan oleh sekitar 30 personel yang dibagi menjadi tiga kelompok dengan sasaran di radius sekitar Dam Merah, bibir pantai, dan area kolam pemecah ombak.
“Kami bersama Basarnas, TNI AL, dan unsur terkait lainnya bekerja maksimal untuk menemukan tiga korban yang masih hilang. Pencarian diutamakan sesuai SOP dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas, mengingat kondisi ombak masih tinggi. Kami mohon doa dari masyarakat agar proses pencarian berjalan lancar,” bebernya.
Peristiwa ini juga menjadi bahan evaluasi bagi pihaknya bersama stakeholder terkait untuk terus meningkatkan kesadaran bagi masyarakat yang beraktifitas di wilayah perairan.
“Tidak hanya nelayan, tapi juga para pemancing. Kami selalu menghimbau kepada masyarakat dalam melaut harus memperhatikan keselamatan, baik dari sisi sarana yang digunakan, orangnya sendiri juga harus menggunakan perangkat keselamatan seperti life jaket (pelampung),” tandasnya. (HS-06)