in

Tularkan Kesadaran Menanam, 60 Ribu Bibit Singkong Mentega Dibagikan PT Marimas

Direktur PT Marimas Putera Kencana, Harjanto Kusuma Halim menyerahkan bantuan bibit singkong gratis kepada perwakilan MUI Jateng,  Agus Fathuddin Yusuf, Sabtu (9/5/2020).

 

HALO SEMARANG – Sebanyak 60 ribu bibit tanaman singkong atau ubi kayu (manihot utilissima) jenis mentega dibagikan gratis oleh PT Marimas Putera Kencana kepada masyarakat dan kelompok komunitas dan lembaga keagamaan serta pelaku seni di Kota Semarang.

Penyerahan bantuan berupa ribuan bibit singkong itu secara simbolis diserahkan Direktur PT Marimas Putera Kencana, Harjanto Kusuma Halim kepada perwakilan penerima bantuan di kantor PT Marimas Putera Kencana, Jalan Candi Nomor 1, D 20, Kawasan Industri Candi Gatot Subroto Semarang, Sabtu (9/5/2020).

Direktur PT Marimas Putera Kencana, Harjanto Kusuma Halim mengatakan, bantuan tersebut bertajuk Mari Menanam Singkong, “Jadikan Kebunmu sebagai Lumbung Panganmu” dan merupakan sebuah gerakan yang sebenarnya baru dimulai satu pekan lalu. Bibit singkong ini didapatkan dari Rembang untuk dibagikan gratis kepada masyarakat.

“Hanya dalam waktu tidak lama, sebanyak 60 ribu bibit singkong yang kita siapkan habis karena permintaan bibit singkong dari masyarakat tinggi,” katanya,  kepada awak media, Sabtu (9/5/2020).

Gerakan menanam singkong ini, lanjut Halim, sekaligus untuk menggugah kesadaran masyarakat bisa memanfaatkan lahan yang ada. Selain itu, nantinya ini juga bisa menjadi pemicu awal semangat menanam jenis tanaman lainnya, seperti empon-empon, dan buah-buahan yang bisa bermanfaat untuk kesehatan dan sumber makanan.

“Kami pilih singkong karena butuh waktu tidak terlalu lama, hanya hitungan bulan umbinya bisa dimanfaatkan sebagaibsumber karbohidrat dan daunnya untuk sayuran. Meski ada wabah, hal ini jadi penyemangat. Saya berharap disebar luaskan, tidak menutup kemungkinan dalam waktu tidak lama lagi akan ada gelombang dua, sehingga bantuan serupa bisa disebarkan lagi ke masyarakat,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu pihak Marimas juga memberikan edukasi terkait bagaimana cara menanam singkong atau ubi kayu di rumah serta tips agar tumbuh baik.

Salah satu, perwakilan yang menerima bantuan bibit singkong dari Komunitas Gerakan Makan Tanpa Nasi dan Tepung Terigu (Gentanasi), Willy Leo mengatakan, pihaknya menyambut baik gerakan Menanam Singkong yang diinisiasi oleh Ester Jusuf, seorang aktivis sosial di Jakarta dan Pak Harjanto Halim dari PT Marimas.

Menurut dia, bahwa gerakan ini dibutuhkan oleh negeri ini dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional. Di mana budi daya singkong akan menyediakan suplai akan bahan makanan pokok alternatif selain beras (nasi).

“Beberapa waktu yang lalu, beras sempat menjadi bahan impor negeri ini, karena pertumbuhan kuantitas petani dan lahan pertanian tidak bisa mengimbangi pertumbuhan penduduk sehingga harus diperhatikan secara serius,” terangnya.

Kedua, kata dia, berkaitan dengan kesehatan nasional. Dilansir dari International Diabetes Federation (IDF) tahun 2017, negara Indonesia menempati peringkat 6 sebagai negara dengan jumlah penderita diabetes dewasa tertinggi di dunia, atau nomor 2 di Asia setelah India.

“Jika kita mensubstitusi nasi dengan bahan makanan pokok yang lain dengan kadar gula (glikemik) yang lebih rendah, dapat menjadi upaya untuk meminimalisir penyakit diabetes di masyarakat kita. Sebagai pembanding kadar glikemik nasi mempunyai kadar glikemik 90, sementara singkong hanya 55,” paparnya.

Harapannya dengan bantuan bibit singkong gratis dari Marimas, sebanyak 5000 bibit ini bisa jadi pemantik atau inisiasi bagi komunitas untuk lebih aktif.

“Ini langkah visioner untuk memberikan alternatif makanan pokok yang masih kesulitan mengganti selain nasi bisa teratasi,” pungkasnya.(HS)

Hadapi Tekanan Covid-19, Warga Semarang Jalankan Konsep Lumbung Kelurahan

Ini Pesan Mensos Juliari Batubara kepada Penerima Manfaat dalam Penyaluran Bantuan Sosial Tunai